Tempe Rasa Ayam

Oleh Zahriyatun Nafiah


Pondok pesantren Darun Nun merupakan salah satu pondok mahasiswa yang ada di Kota Malang. Tak hanya belajar mengenai ilmu agama, di sana kami para santrinya diajarkan untuk hidup mandiri guna menghadapi kehidupan rumah tangga kedepannya. Salah satunya yaitu piket memasak. Dimana santrinya di bagi menjadi beberapa kelompok dan bertugas untuk memasak setiap harinya. 

Setiap santri pasti memiliki kelebihan di bidangnya masing-masing, nah untuk cerita kali ini hanya akan membahas tentang kelebihan dalam bidang memasak. Hari kamis merupakan hari yang ditunggu-tunggu mbak-mbak. Ada apa dengan hari kamis? Di hari kamis itulah sang master chef pondok mendapatkan giliran memasak. Yaps !! Mbak Eva namanya, Mbak eva merupakan salah satu senior di pondok kami, keahliannya dalam memasak tidak dapat diragukan lagi, bahkan jika ada suatu event di pondok kami, pasti Mbak Eva lah yang menghandle segala keperluan konsumsinya. 

Setiap hari kamis kami selalu mencium bau masakan yang begitu harum dan menggugah selera untuk segera menyantapnya. Berbeda dengan hari-hari lainnya, yang membuat hidung gatal dan selalu bikin bersin-bersin, hari Jum’at misalnya, karena hari itu yang memasak adalah saya, hehehe.

“masak apa sih sampek bikin hidung bersin-bersin kek gini?’ Tanya mbak-mbak pada saat aku piket masak.

Jam makan telah tiba, dan kebetulan Mbak Eva juga sudah selesai memasak. Menu yang dibuat Mbak Eva kali ini adalah soto dan tempe goreng. Kami biasa menyebut tempe goreng dengan sebutan “tempe original” karena memang tempenya hanya digoreng biasa dengan bumbu instan. Namun berbeda dengan tempe original milik Mbak Eva.

“Mbak Eva ini, tangannya ada apanya sih kok bisa tempe original ini rasanya enak kayak ayam?’ tanya salah satu mbak-mbak

“Iya lo enak banget, beda banget kalo aku yang buat?” Saut mbak-mbak lainnya.

“Aku lo hanya pakek bumbu instan kayak biasanya, dimarinasi abis itu digoreng” jawab Mbak Eva

“Sama aku juga udah marinasi, tapi kok bisa beda sih kalo Mbak Eva yang buat”

Memang seenak itu sih tempe buatan Mbak eva itu, tempe milik Mbak Eva bumbunya bisa meresap sampai kedalam-dalam dan rasanya sangat gurih, berbeda dengan tempe lainnya yang hanya berasa di luar, dalamnya hambar. 

Tak jarang aku masuk ke dapur untuk melihat mbak-mbak memasak, hanya sekedar untuk kepo dengan menu yang dimasak setiap harinya. Pada hari kamis, seperti biasa aku mengintip Mbak Eva memasak dan bertanya padanya

“Masak apa mbak?”

Kebetulan sekali saat itu Mbak Eva sedang menggoreng tempe original. Dan aku melihat cara menggorengnya sedikit aneh, karena memang di penggorengannya terdapat air kental yang entah apa itu.

“Loh mbak itu minyaknya kok gitu, kok kayak ada kental-kentalnya” 

“Itu tu bumbu sisa marinasi yang ikut aku masukin ke wajan penggorengan.” Jawab Mbak Eva.

“Ooh jadi itu rahasia Mbak Eva bikin tempe rasa ayam, akhirnya rahasia tempe rasa ayam selama ini telah terbongkarkan, lain kali coba bikin kayak mbak eva ah wkwkw”

Mbak Eva memasak tempe original dengan cara memarinasi tempe selama beberapa menit, kemudian dilumuri lagi dengan bumbu yang sama namun kekentalannya berbeda, setelah itu saat menggorengnya dibarengi dengan menuangkan bumbu sisa marinasi yang sebelumnya terpakai. Jadilah tempe original rasa ayam ala Mbak Eva.


Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp