Oleh Zahra Hany M
Welcome Desember,
Bulan kelahiranku, hari bahasa arab
sedunia.
sedunia.
Ingin ku bercerita sedikit tentangnya. Mungkin ini yang
akan menjawab pertanyaan ku selama ini. Kenapa aku masuk BSA? Mungkin
karena tanggal kelahiranku bertepatan dengan hari bahasa arab sedunia. Ya…
tanggal 18 Desember lebih tepatnya. Apakah ini takdir? Atau hanya
kebetulan saja? Entahlahh…
akan menjawab pertanyaan ku selama ini. Kenapa aku masuk BSA? Mungkin
karena tanggal kelahiranku bertepatan dengan hari bahasa arab sedunia. Ya…
tanggal 18 Desember lebih tepatnya. Apakah ini takdir? Atau hanya
kebetulan saja? Entahlahh…
Aku yang bukan dari jebolan pondok bahkan di MAN pun
jurusan ku IPA tapi entah mengapa aku memilih bahasa dan sastra arab ketika
SPAN-PTKIN dulu. Bimbang? Iya pastinya, merasa
bersalah ketika diterima? Ya. Dan lebih parahnya lagi aku merasa paling
bodoh di kelas, melihat teman-teman ku yang sangat
mahir dalam berbahasa. Merasa salah
jurusan? Itu yang kurasa selama ini, tapi aku coba bertahan di sini.
jurusan ku IPA tapi entah mengapa aku memilih bahasa dan sastra arab ketika
SPAN-PTKIN dulu. Bimbang? Iya pastinya, merasa
bersalah ketika diterima? Ya. Dan lebih parahnya lagi aku merasa paling
bodoh di kelas, melihat teman-teman ku yang sangat
mahir dalam berbahasa. Merasa salah
jurusan? Itu yang kurasa selama ini, tapi aku coba bertahan di sini.
Hanya senyum yang aku berikan ketika ditanya oleh
teman-teman sekolah ku dulu, “kuliah jurusan apa han?” “wahh jagoo nih
bahasa arabnya” “ajarin gue dongg”. Mereka tidak tahu betapa sulitnya aku
bertahan dan belajar menyesuaikan teman-temanku disini, seolah-olah aku berlari
setiap hari untuk mengejar ketertinggalan ku tapi tetap saja aku tidak bisa
mengejarnya.
teman-teman sekolah ku dulu, “kuliah jurusan apa han?” “wahh jagoo nih
bahasa arabnya” “ajarin gue dongg”. Mereka tidak tahu betapa sulitnya aku
bertahan dan belajar menyesuaikan teman-temanku disini, seolah-olah aku berlari
setiap hari untuk mengejar ketertinggalan ku tapi tetap saja aku tidak bisa
mengejarnya.
Ohhh Tuhann…
Sedih, lelah, ketika diceritakan secara detail. Tapi aku
ingat, lelah ku tidak seberapa dengan lelah nya orang tua ku yang sudah banting
tulang untuk membiayaiku disini. Mereka tidak pernah mengeluh, mereka pandai
menyembunyikan segalanya. Terkadang aku pun tak tahu diri, disini aku lebih
sering main dan menghabiskan uang orangtua ku, tanpa berpikir lagi “apakah
mereka makan dirumah?” Aku tidak mau keberadaan ku disini hanya menjadi
beban untuk mereka. Aku akan berusaha untuk menjadi yang terbaik meskipun
hasilnya belum maksimal, setidaknya aku
sudah berusaha.
ingat, lelah ku tidak seberapa dengan lelah nya orang tua ku yang sudah banting
tulang untuk membiayaiku disini. Mereka tidak pernah mengeluh, mereka pandai
menyembunyikan segalanya. Terkadang aku pun tak tahu diri, disini aku lebih
sering main dan menghabiskan uang orangtua ku, tanpa berpikir lagi “apakah
mereka makan dirumah?” Aku tidak mau keberadaan ku disini hanya menjadi
beban untuk mereka. Aku akan berusaha untuk menjadi yang terbaik meskipun
hasilnya belum maksimal, setidaknya aku
sudah berusaha.







