Oleh: Ebnu Hajar
ketika saya masih seorang siswa di kota kelahiran saya, saya biasanya diantar menggunakan becak untuk pergi ke sekolah bersama kakak saya yang kebetulan satu sekolah. kami biasanya berangkat jam enam lewat lima belas menit agar sampai disekolah tepat waktu. tahun demi tahun kami berangkat bersama menggunakan becak langganan kami tersebut. kami berhenti menggunakan becak setelah kakak saya beranjak SMA dan saya masih SD kami berangkat bersama menggunakan sepeda motor yang dikendarai oleh kakak saya. mulai saat itulah kakak saya sering melambat-lambatkan untuk berangkat ke sekolah bersama hasilnya saya yang merupakan orang yang sangat rajin ketika SD sangat ingin memarahinya namun tidak bisa karena saya diancam untuk berangkat sendiri jalan kaki jika ingin lekas sampai katanya, disitu aku pun diam tak bersuara dan memilih untuk bersabar karena tidak ada teman saya yang rumahnya berdekatan dengan saya untuk diajak berangkat ke sekolah bersama.
pada hari senin setiap sekolah biasanya mengadakan upacara dari jenjang SD sampai SMA, namun sekolah kami berdua memiliki perbedaan yaitu waktu mulai upacara kami yang berbeda saya pukul setengah tujuh upacara sudah berlangsung berbeda dengan kakak saya yang dimulai pada pukul tujuh. dengan adanya perbedaan itulah masalah muncul, yaitu kakak saya yang masih berdandan dengan lamanya dan masih sempat memilih pakaian yang bagus dan bersih, bercermin untuk mengecek riasannya dan sebagainya padahal waktu sudah menunjukkan pukul tujuh lewat 20 menit, pada saat itu saya panik sambil mondar-mandir dan meminta kakak saya untuk menyelesaikan pekerjaannya dan mulai berangkat sekolah. kami pun berangkat ketika upacara akan berlangsung lima menit lagi. kemudian dengan ngebutnya kakak saya mengendarai sepeda motornya agar saya tidak terlambat untuk melaksanakan upacara namun pada akhirnya tetap saja saya sudah terlambat dan gerbang sekolah sudah dikunci dari dalam dengan beberapa siswa lainnya yang juga mengalami hal yang serupa dengan saya, kami hanya bisa menunggu upacara selesai dan hanya melihat upacara berlangsung di luar gerbang sekolah.
sebelum upacara selesai kami yang telat itu pun kami disuruh masuk dan maju ke depan para siswa lainnya untuk memberikan contoh yang tidak baik kepada teman teman yang lainnya. saya sangat malu pada saat itu dan setelah pulang dari sekolah saya pun bercerita kepada orang tua saya apa yang terjadi sebenarnya di pagi hari tadi kenapa bisa terlambat ke sekolah. akhirnya kakak saya pun dimarahi dengan ancaman jika mengulangi kesalahannya kembali mereka tidak akan memberinya uang saku kepadanya lagi. sejak saat itulah kami tidak pernah terlambat lagi dan berangkat lebih awal dengan menyamakan jadwal waktu sekolah saya. selain itu, dengan adanya kejadian tersebut kakak saya mulai menyadari akan kesalahannya dan tidak ingin membuat saya terlambat kembali yang disebabkan olehnya saya pun juga sadar akan pentingnya menjaga waktu dan disiplin ketika ingin melakukan sesuatu.
meskipun hari itu merupakan hari sial bagi saya dan mungkin bagi kakak saya, namun hari itu juga merupakan hari yang penuh makna akan pentingnya menjaga kedisiplinan waktu, selain itu kita juga sadar ketika kita dapat menghargai waktu kita juga akan lebih tenang akan pikiran maupun hati kita. oleh karena itulah saya membagikan cerita ini agar nantinya kalian tidak melakukan hal yang serupa dan mengambil apa yang sebaiknya kita lakukan yaitu seperti menghargai, menjaga dan mendisiplinkan waktu karena waktu itu sangatlah berharga bagi kita semua.
satu Respon
Cerita yang sangat menarikk