Allah Swt pencipta alam semesta dan seluruh makhluk yang ada padanya, menciptakan manusia sebagai kholifah dimuka bumi ini, tetapi sebelum manusia menempati bumi ini, manusia pertama yang diciptakan oleh Allah tinggal disurga yang penuh dengan kenikmatan. Disinilah suatu kejadian yang menakjubkan dimulai yaitu ketika Nabi Adam As merasa kesepian dalam kesendiriannya disurga, maka Allah Swt menciptakan seorang manusia dari tulang sulbi Nabi Adam As yang mana manusia tersebut adalah Wanita.
Allah Swt menciptakan Laki-laki dengan fisik yang kuat, mental yang kuat, serta mampu menanggung beban dan kesulitan. Allah Swt menjadikan laki-laki sebagai tulang punggung atas keluarganya maka ia keluar untuk bekerja sepanjang hari tanpa lelah dengan karunia Allah Swt. Tidak hanya kebutuhan lahir dan batin yang harus dipenuhi oleh laki-laki kepada keluarganya tetapi juga dibebankan bagi mereka untuk membimbing keluarganya ke jalan Allah Swt.
Dan Allah Swt menciptakan wanita dari tulang sulbi oleh padanya ia lebih lemah fisiknya dari pada laki-laki, lebih lemah lembut dan penyayang dan oleh karenanya Allah Swt menjadikan laki-laki selalu cenderung kepadanya sehingga timbul rasa cinta diantara keduanya hingga mereka dapat menjalani kehidupan dan memiliki keturunan yang banyak.
Islam adalah agama yang memuliakan wanita dan menempatkannya pada derajat yang tinggi hal tersebut dibuktikan dengan hal-hal berikut :
Islam menyerukan kepada seluruh manusia untuk menghormati ibunya dan melarangnya dari pada berkata uh ataupun hingga membentaknya, dan mewajibkan kepada seluruh manusia untuk merendahkan dirinya dan bersikap lemah lembut terhadap kedua orang tuanya.
Tidak adanya perintah untuk berjihad atau berperang dan juga tidak dibebankan untuk mencari nafkah.
Dalam beribadah setiap kewajiban haruslah dijalankan dan hal tersebut yang disyariatkan kepada laki-laki, namun tidak dengan wanita, ada hari-hari tertentu yang mana mereka tidak diijinkan untuk melakukan ibadah solat dan puasa yaitu ketika ia haid. Tidak ada keringanan seperti ini kecuali untuk wanita.
Rasulullah Saw memerintahkan laki-laki untuk menghormati semua wanita dan melarang merendahkannya sebagaimana sabdanya : “Tidak memuliakan wanita kecuali seorang laki-laki yang mulia dan tidak merendahkannya kecuali laki-laki yang hina”. Allah Swt tidak membedakan iman dan amal sholih antara laki-laki dan perempuan walaupun dalam pelaksanaan ibadah laki-laki yang lebih dituntut.
Hal tersebut yang mendasari bahwa islam menempatkan kedudukan wanita pada derajat yang tinggi.








