Pukul Tiga Pagi

Pukul Tiga Pagi

Oleh: Salma Salsabila

Dulu, waktu kecil, pukul tiga pagi begitu ganjil, katanya banyak hantu berkeliaran di malam yang sunyi. Aku menarik selimut hingga ke kepala, takut pada bayangan yang menari di sudut mata.

Namun, waktu pandai mengubah makna. Kini pukul tiga pagi punya cerita berbeda. Bukan lagi tentang hantu yang membuatku takut, melainkan isi kepala yang tak pernah larut.

Tentang harapan yang patah di tengah jalan, tentang masa depan yang kehilangan arah tujuan. Tentang mereka yang tampak kuat sepanjang siang, namun runtuh saat malam datang menjelang.

Ternyata, pukul tiga pagi menyimpan banyak penghuni, bukan hantu, melainkan jiwa-jiwa yang letih bersembunyi. Ada tangis yang tak terdengar, doa yang lirih, dan hati yang lelah, tetapi enggan menyerah pada perih.

Saat dunia terlelap tanpa peduli, ada manusia yang berjuang memperbaiki diri. Menitipkan luka kepada Sang Pencipta, berharap esok tak lagi seberat hari ini.

Dulu, aku takut pada gelapnya malam. Kini, aku takut pada hidup yang kian tenggelam. Dan di pukul tiga yang sunyi ini, aku bersujud memohon kekuatan untuk kembali berdiri.

Sebab pukul tiga pagi bukan sekadar waktu untuk menangisi dunia, melainkan tempat jiwa yang kalah mengadu kepada-Nya, agar setelah lelah dan air mata, masih ada alasan untuk menyambut esok dengan doa.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp

Berita & Karya Terbaru