RUANG GELAP
Oleh: Aliviatul Azizah
Di ruang sunyi tanpa cahaya,
ia berjalan menembus kelam,
meraba dunia dengan rasa,
menyimpan harapan di balik malam.
Ia tak melihat langit membiru,
tak mengenal rupa sang mentari,
namun hatinya tak pernah layu,
meski dunia tak mampu ia sadari.
Orang-orang menatapnya iba,
mengira hidupnya penuh derita,
padahal siapa yang benar-benar buta,
jika mata terbuka, tetapi mati rasa?
Ia mendengar rintihan manusia,
merasakan luka yang tak bersuara,
sementara mereka yang melihat dunia,
justru menutup mata pada sesama.
Author
Post Views: 10