Oleh Fauzi_FA
Untuk kesekian kali
Aku tak sanggup membendung air mata
Yang terus menerus mengalir
Bak sungai yang mengalir deras
Untuk kesekian kali
Aku lelah dengan semua yang ada
Keadaan sedang sunyi
Tapi fikiran tiada hentinya berlalu lalang
Tak sedikitpun memberi ruang
sekedar untuk beristirahat
Untuk kesekian kali
Hatiku remuk redam
Lantas, aku harus bagaimana?
Apakah harus tetap diam dan memendam
Ataukah ku luapkan saja amarahku
Dan untuk kesekian kali
Ku tangguhkan hati
Bertahan dan bertahan
Rasanya tidak adil
Jika ku menyerah secepat ini
Untuk diriku,
Terima kasih sudah terlalu kuat
Author
Post Views: 18