Kesekian Kali

Oleh Fauzi_FA

Untuk kesekian kali

Aku tak sanggup membendung air mata

Yang terus menerus mengalir

Bak sungai yang mengalir deras

 

Untuk kesekian kali

Aku lelah dengan semua yang ada

Keadaan sedang sunyi

Tapi fikiran tiada hentinya berlalu lalang

Tak sedikitpun memberi ruang

sekedar untuk beristirahat

 

Untuk kesekian kali

Hatiku remuk redam

Lantas, aku harus bagaimana?

Apakah harus tetap diam dan memendam

Ataukah ku luapkan saja amarahku

 

Dan untuk kesekian kali

Ku tangguhkan hati

Bertahan dan bertahan

Rasanya tidak adil

Jika ku menyerah secepat ini

Untuk diriku,

Terima kasih sudah terlalu kuat

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp