SECANGKIR KOPI
Karya: Dimas Indra Pratama
Kopi di pagi hari, suasana sejuk segar bagaikan ketenangan
yang tidak bisa diutarakan, Cahaya jingga yang tuhan
berikan mulai tampak dengan aroma khas kopi yang ku
seduh ini.
Entah tersaji panas atau dingin, murni atau perlu tambahan
didalamnya lalu dibagikan kepada teman diteguk langsung
atau disesap santai kopi selalu mampu memberi ketenangan
serta rasa damai sesuai selera dalam bahagia atau juga lara.
Ketika seseorang berkata:
“Apa tak ada hal lain yang bisa kau minum?
Maka Joko Pinurbo berkata: “Kurang atau lebih setiap
rezeki perlu dirayakan dengan secangkir kopi”.
Kopi murni meninggalkan kejujuran yang sangat indah, ada
rasa pahit ibarat cerita hidup, cinta atau masalah, Karena
justru rasa pahitnya yang menciptakan kesempurnaan di
dalam isinya.
Terkadang kopi yang begitu nikmat namun seruputnya
mengingatkan masalalu yang begitu pekat.
Senja selalu ku puja, Kopi akan selalu ku puji
Untuknya ku berpuasa, Untuk tugas filsafat ini ku berpuisi.