Si Sunyi

di sudut ruang itu ia hanya diam, tak ada kata yang terucap dari lisannya.

di sudut ruang itu ia diam dengan segala keramaian yang ada di sekitarnya.

diantara ruang yang ramai itu bibirnya terkunci bisu, bukan karena ia tak bisa berkata namun mereka terlau asing untuk sekedar bicara.

matanya awas melihat mereka bercengkrama, telinganya tajam mendengar segala cerita yang ada.

Entah apa ada dalam pikirnya, karena sekarang pikirannya begitu riuh dengan segala angan yang ada.

Mungkin dunia akan selau ramai, meskipun ia tenggelam dalam sunyinya.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp