Oleh: Erwin
Dewasa ini gempuran Sustainable
Development Goals 2030 atau SDGs 2030 semakin mencuat diberbagai media,
baik media sosial maupun di TV Nasional sendiri. Beberapa tahun terakhir ini
lembaga-lembaga Pemerintah maupun lembaga-lembaga swasta menjadi penggempur secara besar-besaran demi
lancarnya tujuan tersebut hingga tahun 2030. Lembaga-lembaga tersebut berusaha
mencari ide-ide para pemuda melalui diskusi dan literasi
Namun, apasih SDGs 2030 itu?, Mengapa
pemerintah dan lembaga selainnya segencar itu menyuarakan hal tersebut, Seberapa
pentingkah Kontribusinya untuk bangsa
ini?
Mari kita sedikit membuka sejarah, yang mana bertempat di Markas Besar
PBB ,Dihari itu, Tanggal 25 Desember 2015, Para
pemimpin terkemuka dunia secara resmi mengesahkan sebuah tujuan baru untuk
dunia yang lebih baik. Kurang lebih sekitar 194 pemimpin negara hadir termasuk
Indonesia untuk merancang tujuan baru yaitu Sustainable Development Goals
(SDGs) atau Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (TPB) Jadi Agenda SDGs 2030 pada dasarnya merupakan agenda 2030
yang merupakan kesepakatan pembngunan berkelanjutan berdasarkan Hak Asasi Manusia (HAM).
Agenda ini merupakan kelanjutan dari Milenium
Development Goals (MDGs) yang berakhir pada UN Summit on MDGs 2010 .Namun
Tema yang diusung kali ini lebih partisiptif, yang mana semua orang bisa ikut
menyumbang kontribusi melalui ide-ide yang kreatif dan inovatif, sebab tema tersebut
melibatkan seluruh aktor pembangunan, bik pemerintah, swasta, dan akdemisi. Sejuh ini Kurang lebih
8,5 juta orang telah berkontribusi diseluruh dunia.
Sebagaimana juga disebut bahwa tujuan
tersebut berdasarkan HAM, dalam hal ini SDGs memegang prinsip Leave No one
Behind (tidak meninggalkan satu orangpun). Dengan Prinsip itu setidakny SDGs
harus bisa menjawab dua hal, yaitu pertama, Keadilan Prosedural yaitu sejauh
mana semua pihak terutama yang selama ini tertinggal dpat terlibat dalam
keseluruhan proses pembngunan. Kedua, Keadilan Substansial yaitu sejauhmana
program pemerintah mampu menjawab permaslahan-permasalahan masyarakat terutama
bagi kelompok tertinggal.
Adapun SDGs dalam upaya menyejahterakan
masyarakat terdapat beberapa tujuan, yang apabila dirinci terdapat 17 tujuan
yaitu:
![]() |
| Source image: mt.mahidol.ac.th/sdgs |
1. Tampa Kemiskinan
2. Tampa Kelaparan
3. Kehidupan sehat sejahtera
4. Pendidikan Berkualitas
5. Kesetaran Gender
6. Air Bersih dan Sinitasi Layak
7. Energi Bersih dan terjngkau
8. Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
9. Industri, Inovasi dan Infrastruktur
10. Berkurangnya kesenjangan
11. Kota dan pemukiman yang berkelanjutan
12. Konsumsi dan Produksi yang bertanggung
Jawab
13. Penanganan Perubahan Iklim
14. Ekosistem Laut
15. Ekosistem Daratan
16. Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang tangguh
17. Kemitraan Untuk mencapai Tujun.
Dari beberapa sub tujuan tersebut sangat
memungkinkan bagi para pemuda untuk turut berpartisipasi terhadap SDGs/TPB.
Para pemuda sangat berpotensi memunculkan karya-karya kreatif dan inovatif. Baik berupa
Karya berwujud maupun gerakan sosial yang positif. Saat ini sangat banyak lembaag yang
membuka event dalam rangka mencari ide-ide dari kalangan akademisi maupun
masyarakat umum. Oleh karena bangunlah, sudahi rebahanmu.
Pondok Pesantren Darun Nun Malang
Referensi :
Sekilas SDGs, Sgds.Bappenas.go.id
SDG, http://sdg2030indonesia.org/
Apa itu SGDs, http://sdg2030indonesia.org/







