Pesan dari Habib Abdullah bin Alwy Al-Haddad dalam kitab Risalatul Mu’awanah: Bagaimana Kekuatan Keyakinan sebagai Bahtera di Lautan Kehidupan

Oleh: Muh. Sabilar Rusydi

Pesan dari Habib Abdullah bin Alwy Al-Haddad dalam kitab Risalatul Mu’awanah bahwa seharusnya bagi kita untuk selalu menguatkan keyakinan kita dan selalu memperbaikinya. Yakin ketika telah bertempat dan memenuhi hati maka kita seakan-akan melihat hal ghaib itu seperti menyaksikan secara langsung. Bilamana telah kokoh keyakinan seseorang maka sebagaimana perkataan sahabat Ali RA Karromallahu Wajhah bahwa jika dibukakan mata hatiku maka keyakinanku tak akan bertambah. Maksudnya adalah  cukuplah dengan keyakinan yang kokoh ini.

اليقين عبارة عن أكمل الإيمان

Jadi, yakin itu ibarat sempurnanya iman. Ketika iman sudah memenuhi hati dan tiada tempat untuk ragu² di dalamnya maka itulah yakin.

Adapun seseorang yang telah yakin itu merasa bahwa segala sesuatu dari dirinya itu dipantau oleh Allah SWT. Ketika sudah merasakan ini maka akan terjaga perkataannya, perbuatannya, sampai niatan dalam hatinya juga terjaga oleh Allah SWT.

Di era krisis yakin saat ini, banyak yang bersantai atas hidupnya karena lemah keyakinannya, imannya sehingga meremegkan perintah dan larangan Tuhan.

Ada seseorang mengaku iman tapi masih suka ngawur, ngomongnya ngawur dan perbuatannya ngawur, maka yang seperti itu belum mencapai derajat iman hanya islam saja, sebagaimana sabda Nabi SAW:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله   عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

«لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلاَ اللَّعَّانِ وَلاَ الفَاحِشِ وَلاَ البَذِيءِ».

Bukan termasuk orang beriman yang masih suka ngomong pedes menyakiti hati orang. Yang suka melaknat orang dengan mendoakan jelek terhadapnya. Berbicara kotor terhadap saudaranya. Berbicara banyak min ghairi manfaah (tanpa ada manfaat) dan seharusnya orang beriman itu berpikir dulu sebelum berkata.

Maka dari itu, kita dianjurkan untuk selalu menguatkan dan memperbaiki keyakinan kita. Agar iman kita semakin kuat, amaliyah semakin baik, dan mencapai derajat yakin.

Dan orang yang sudah sampai pada derajat yakin mereka mengatakan sebagaimana perkataan sahabat Ali RA sebagaimana pada redaksi di gambar. Terdapat juga riwayat lain mengatakan:

لو كشف الغطاء ماخترت إلا الواقع

Jikalau hijab ini diangkat dan saya mengetahui apa yang ditulis/ditakdirkan oleh Allah untuk manusia kedepannya maka saya memilih apa yang Allah kehendaki untuk saya.

Semua yang tercipta ini sudah ada yang ngatur yaitu Allah SWT. Apapun yang telah diatur olehNya itulah yang terbaik untuk kita.

Hanya saja kita sebagai manusia bilamana mendapati sesuatu yang terjadi pada diri kita dan tidak sesuai dengan espektasi hawa nafsu kita maka kita akan menganggapnya sebagai musibah, kerugian untuk kita.

Maka yakinilah apapun yang telah tertulis untuk kita itulah yang terbaik untuk kita.

ماشاء الله كان وما لم يشأ لم يكن

Apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi dan yang tidak dikendakiNya maka tidak akan pernah terjadi. Mau sengotot apapun.

Barakallah fiikum.

Wallahu A’lam bisshawab.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp