Review Novel Teka-Teki Gambar Aneh Karya Uketsu

Oleh: Muh. Sabilar Rusydi

Teka-Teki Gambar Aneh karya Uketsu, buku kedua karyanya yang telah rampung saya baca pagi ini. Menceritakan misteri pembunuhan berantai dari seorang wanita dan berhasil bersembunyi dari kasusnya selama 20 tahunan. Wow. 

Cerita horor misteri yang dibawa oleh Uketsu ini membahas psikologi anak. Seorang wanita pembunuh yang dari masa kecilnya penuh tekanan—orang tuanya menganggap itu sebuah perhatian padahal kekangan itu menyiksa hingga muncul tindak kekerasan—dan selalu mencari cara untuk mengamankan dirinya hingga datanglah sebuah burung yang menjadi tempat ternyamannya untuk bermain dan bercerita. Datanglah suatu hari dimana sang Ibu mencekik burungnya lantaran berisik dan mengganggu tidurnya. Ketika burung tsb sudah seperti hampir mati, disitulah amukan wanita kecil itu membara dan mengambil pecahan rumah burung, kemudian menusukkan ke kepala ibunya kemudian mematahkan lehernya hingga mati. Burungnya pun selamat dan dia merasa bangga. Disitulah awal pembunuhan seterusnya hingga berusia 65 tahun.

Semenjak selesai membaca buku pertama Uketsu, Teka-Teki Rumah Aneh, pola pikir saya perlahan berubah dan dalam menjalankan apapun itu selalu memperhatikan detail kecil yang mana mungkin dari situ muncul jawaban, solusi dsb. Itulah gaya penulisan Uketsu yang berbeda dan memikat saya. 

Gaya dia menulis itu seperti melihat sebuah gambar sketsa dari dekat, terlihat tak beraturan, garis-garis tidak jelas arahnya, tapi ketika dilihat lebih luas itu bisa membentuk sebuah gambar berwujud. Atau bisa juga digambarkan titik-titik di langit malam, jika kita lihat lebih luas lagi maka akan terbentuk suatu rasi bintang.

Begitulah gaya penulisan unik Uketsu, setiap babnya seperti cerita baru yang ditutup bagian akhir sebagai penyambung seluruh bagian cerita sebelumnya yang ternyata tersambung. Haha.

Btw nama Uketsu sendiri berarti biopori, yang mana sesuatu yang berada di bawah permukaan. Misteri.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp