Buat kamu iya kamu, para pejuang skripsi…
Pasti ada aja titik di mana antum males ngerjain skripsi,
entah karena bingung, jengkel lah, stress atau langsung males aja gitu
tiap-liat skripsi. Dalam Hati selalu bertanya-tanya kok skripsiku nggak
beres-beres ya? Kok nggak pernah bener ya di mata pembimbing atau kok aku mood-moodan
sih ngerjainnya. Tidak jarang akhirnya malah membuat antum kesulitan ngerjain
skripsi, bahkan buat revisi yang satu paragraf pun rasanya berat banget. Kalau
antum pernah ngerasain salah satu atau bahkan semua yang tadi aku sebutin.
Pertama aku mau bilang kalau hal-hal itu wajar dan umum dirasakan, aku yakin
banyak orang yang udah lulus pun pasti pernah ada ada di posisi antum saat ini.
Mungkin udah antum familiar dengan ini nih, analogi
kalau skripsi itu ibarat lari marathon, prosesnya cukup panjang paling cepat
satu atau dua semester. Ada juga yang bahkan butuh waktu sampai bertahun-tahun.
Karena mengerjakanya butuh waktu yang agak panjang, maka butuh energi yang
super ekstra untuk mampu mengerjakanya. Harus ada cara agar konsisten dan tahan
banting dengan kendala kendala yang mengahadang di tengah perjalanan.
Ada beberapa alasan kenapa kita jadi lebih susah buat
menjaga konsistensi dan komitmen buat ngerjainnya. Pertama, skripsi itu butuh
effort yang besar yang mana tidak bisa langsung kita rasakan hasilnya. Bayangin
nih, antum hari ini ngeluarin banyak waktu dan tenaga buat ngerjain skripsi, mungkin
sampai begadang dan tegang mata karena kelamaan lihat layar laptop. Tapi dampaknya
enggak bisa antum rasakan hari itu juga.
Kemudian, Kenapa antum susah fokus dan konsisten
setiap kalian ngerjain tugas jangka panjang kayak skripsi, karena antum
kemungkinan ngerjain hal yang enggak terlalu penting, tapi terasa mendesak dari
hal lain yang sebenarnya lebih penting. Misalnya nih, udah niat buat revisian tapi
waktu lihat handphone muncul notif kalau storage handphone antum tuh penuh
terus dan antum ngerasa kayak wah ini urgent banget nih kalau dibiarin
bisa-bisa handphone gue lemot atau kenapa-napa. Akhirnya waktu dan tenaga yang
tadinya antum mau pakai buat revisi, malah antum habisin buat hapus-hapusin
file foto atau chat dari handphone antum. Padahal sebenarnya itu bisa loh
dikerjain habis revisian dan pas udah beres. Nah, mindset mentingin hal-hal
kecil kayak gini nih, yang selalu ada aja setiap waktu. Ini bukan berarti antum
enggak boleh peduli sama hal-hal mendesak kalau lagi skripsian, ya masa iya antum
enggak boleh ke kamar mandi kalau misalnya lagi mules pas lagi skripsian. Tapi
kalau ada ini diladenin terus, maka waktu dan fokus ngerjain skripsi masih lama
malah makin berkurang.
Well, sebenarnya kendala skripsi yang lain tuh masih
banyak lagi mungkin pembimbing yang kurang kooperatif, kondisi kesehatan antum,
mungkin juga dari respondennya. Lantas, gimana caranya biar kita bisa lebih
konsisten dan enggak males ngerjain skripsi ?. Aku bakal kasih beberapa tipsnya
nih, Pertama sadari dan siapin mindset kalau skripsi adalah tugas jangka Panjang.
Dengan begitu antum akan sadar kalau setiap ngerjain skripsi antum akan butuh
fokus dan komitmen lebih. Antum juga perlu bersiap nih, bahwa mungkin usaha
yang antum lakukan sekarang baru kerasa manisnya di kemudian hari. Selanjutnya, coba anggap skripsi kaya buat
makalah biasa namun agak Panjang makalahnya. Kasih waktu antum dalam sehari
untuk fokus ngerjain skripsi, misal dibagi per bab dulu. Kalau kata orang jawa “alon-alon
sing penting klakon”[1].
Lebih mantab lagi kalau buat scheduling atau merancang aktivitas sehari-hari mulai
bangun tidur hingga tidur lagi. Bukan hanya ngatur kapan skripsian tapi juga
ngelakuin hal-hal lain. Hidup antum kan ndak mungkin buat skripsian doang.
Jangan terlalu memforsir diri antum untuk segera cepat
selesai skripsinya. Pertimbangin kemampuan kesehatan dan daya kerja antum, misalnya
dalam kondisi apa antum bisa kerja maksimal dan kapan antum butuh istirahat.
Kalau kata orang skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai. Makanya
kerjakan semampunya namun istiqomah insya allah selesai. Selain strategi yang
bisa usahain tadi, hal yang nggak kalah penting adalah jangan lupa untuk kasih
reward buat diri sendiri setiap lo mencapai suatu pencapaian dalam proses
pengerjaan skripsi ini. Misalnya dengan nonton serial favorit antum atau beli
makanan kesukaan antum, es krim barangkali. Setelah selesai ngerjain satu bab,
ngumpulin data atau setelah revision skripsi.
Kalau diibaratkan skripsian itu ibarat antum ikut
lomba lari marathon. Antum harus pinter-pinter buat ngatur kapan antum lari
dengan sekencang-kencangnya, kapan ngurangin kecepatan, bahkan kapan antum
butuh berhenti buat ambil nafas. Bedanya antum nggak balapan sama siapa-siapa, hanya
ada antum, track dan garis finish yang udah nunggu di ujung sana. Ya mungkin ada
juga sih tuntutan dari pembimbing atau orang tua. Tetapi tenang aja, dengan
merencanakan dan menjaga pola keseharian, antum pada akhirnya akan lulus juga
kok.
Terakhir, yang paling tidak boleh ditinggal setelah
ikhtiar atau berusaha adalah doa. Yang mana selain kita usaha horizontal
(belajar, bimbingan, revisian) kita harus ada usaha vertikal (hubunganya dengan
Allah SWT). Allah sendiri yang berfirman dalam Al Quran “Berdoalah kepadaku,
niscaya akan aku kabulkan”. Kalau bisa kata Guruku kalau bisa kirim Al Fatihah
kepada orang tua, guru dan orang-orang yang pernah mengajari kita tentang ilmu
apapun itu. Dengan begitu, selain ilmu yang kita peroleh, semoga kita
mendapatkan keberkahan dari mereka semua.
Sumber Foto: https://i.pinimg.com/564x/eb/03/24/eb03249c7affcf077f26234ac8e56ca9.jpg






