RIUH PARA PEJUANG

 Oleh Arfiyatul Aliyah

 

 Wajah yang biasa ceria, kini tampak lesu
Seperti kejatuhan sesuatu
Penampakan mahasiswa semester akhir
Yang terlalu banyak menyimpan khawatir akhir

Riuh kemelut pikiran menghantui
Overthinking menjadi makanan sehari-hari
Terbebani pencapaian yang ingin dicapai
Jemu dengan perjalanan yang harus dilalui

Intuisi selalau bertanya-tanya
“giliran aku kapan?” ujarnya
“kok proses dia lebih mudah dari aku” bandingnya
Gapapa, setiap manusia wajar merasakannya

Karena setiap manusia memiliki perasaan
Memiliki impian yang ingin diwujudkan
Setiap orang akan ada masanya
Masa untuk merasakan hal yang sama

Berada pada titik meresahkan
Seolah selalu butuh wejangan
Tetap tenang dan menjunjung tinggi semangat
Yakin, bahwa tuhan bersama mahasiswa semester akhir

Semangat bestie ^_^

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp