Seseorang dalam memori:
Ia memusat arah, bersungguh memaksa langkah
Jauh, tetapi terus bersiasat menelusuri celah
Berpeluh dengan menyimpan segenap kesah
Dan serapi mungkin menyembunyikan keluh,
Filantropi yang merasuk nyatanya mampu menundukkan gharizah
Seseorang dalam memori:
Menari di bawah rintik deras
Kemudian beranjak untuk duduk bersila
dalam gaduh suasana teras
Tak apa baginya, tak sekalipun datang padanya rasa cemas
Seseorang dalam memori:
Dengan tangannya sendiri menuang secangkir teh hangat kala pagi
Dan bergegas dengan sepeda tuanya, berkeliling menyapa indah warna pelangi
Kembali lagi bertekad, menuntaskan segala misi
Seseorang dalam memori:
Gelap disingkapnya dengan pijar yang terpancar
Gersang disejukkannya dengan butir-butir cinta yang tertebar
Dan selalu direngkuhnya cahaya cahaya sebelum fajar
Seseorang dalam memori:
Dulu, kini, dan nanti
Selamanya akan tersimpan di ruang tertinggi dalam hati
-Aku tak lagi mampu menjabarkan dengan bahasa yang semakin terreduksi,
Atau mungkin tiada padanan makna yang mengungkap pesan dan kenangan terdalam di sanubari-
Pondok Pesantren Darun Nun Malang