![]() |
| Sumber gambar : https://pixabay.com/photos/ |
M. Ikhsan Kamaluzaman
Untuk menjadi penulis yang baik. Hendaknya seorang penulis
membiasakan beberapa kegiatan demikian untuk terus bisa menulis. Karena
sejatinya memang tidak ada orang yang hebat, yang ada hanya mereka yang
terbiasa. Orang yang terbiasa dengan memasak, seiring berjalannya waktu dia
tidak perlu memakai sendok takaran untuk memasak, cukup dengan feelingnya saja.
Begitu juga dengan profesi lainnya, akan sangat mudah jika seseorang sudah
membiasakannya selama bertahun tahun. Maka untuk mencapai kepakaran, seseorang
harus melakukan apa yang ia minati sebanyak 5000 jam.
Pada seri sebelumnya saya sudah membahas tentang R yang pertama
yaitu membaca. Mulai dari seberapa besar minat membaca negara kita, kenapa
membaca penting, dan anjuran dalam agama untuk terus membaca. Kali ini kita
akan melanjutkan R sisanya yang mungkin para pembaca sudah penasaran.
2. Research
Membaca memang penting, namun tidak bijak dalam memilih bacaan juga
bukan sesuatu yang baik dibiasakan. Kita menyadari bahwa jumlah buku di dunia
sangat banyak, oleh karena itu memilih bacaan dari sekian bacaan adalah cara
yang tepat untuk menjadi penulis yang baik. Dalam memilih bacaan yang bagus
diperlukan yang namanya riset. Riset memudahkan seseorang dalam mengambil
sebuah keputusan, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun pendidikan.
Lalu bagaimana membiasakan riset ketika kita akan menulis? Ketika
kita ingin menulis sebuah karya ilmiah seperti skripsi misalnya, pada bab
pertama ada salah satu sub bab yang berjudul Al Dirosat Al Sabiqoh atau
yang berarti penelitian sebelumnya. DR. Halimi Zuhdy pernah dalam suatu
kesempatan menerangkan betapa pentingnya membaca penelitian sebelumnya ketika
kita ingin meneliti, karena dari penelitian yang sudah ada kita bisa mengetahui
apa kekurangan dari penelitian sebelumnya untuk kemudian kita kembangkan dalam
penelitian kita. Oleh karena itu, semakin banyak membaca dan menganalisis
penelitian sebelumnya akan semakin faham peneliti ke arah mana dia harus
mengembangkan penelitiannya.
Ada banyak cara untuk menganalisis diantara yang terkenal adalah
analisis SWOT, pisau analisis ini dapat digunakan dalam berbagai hal :
menyiapkan strategi, mengambil keputusan, dan menjamin mutu nilai sebuah produk
maupun kelembagaan. SWOT terdiri dari strengths, weaknesses, opportunities, dan
threats yang berarti kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Poin 1 dan 2
digunakan untuk mengevaluasi sejauh apa yang bisa dilakukan dan tidak bisa
dilakukan dalam suatu penelitian. Poin 3 dan 4 digunakan untuk melihat seberapa
besar peluang pengembangan dan ancaman yang akan menghentikan kelanjutan dari
penelitian tersebut.
3. Realable
Informasi yang beredar di buku dan media sosial tidak menjamin
kebenaran apapun. Karena dalam perjalanannya sering kali informasi
bersinggungan dengan politik, sehingga beberapa fakta sejarah sengaja diputarbalikkan
untuk kepentingan kelompok tertentu. Mempertanyakan kembali tentang pengetahuan
kita adalah bagian dari cara kita berfilsafat dalam ruang lingkup kecil. Karena
dengan mempertanyakan kita akan kembali memastikan kebenaran informasi yang
kita miliki.
Ketika kita diharuskan menulis tentang konflik misalnya, maka
mendengarkan dari berbagai macam pihak sangat diperlukan untuk mencapai jurnalisme
damai. Karena sering kali berita yang dihadirkan oleh para wartawan bukannya
mendamaikan kedua belah pihak namun justru meruncingkan permasalahan yang ada.
Maka dengan terus mencari kebenaran informasi dan pemilihan diksi yang tepat
menjadikan seorang penulis semakin bijak dalam memberitakan dan menceritakan
sebuah fenomena. Meskipun pada akhirnya pembacalah yang menyimpulkan, namun
menyampaikan informasi secara berimbang juga salah satu tugas mulia seorang
jurnalis dan penulis. Karena kita semua mengetahui jika “Power Of Words” bisa
menimbulkan peperangan maka dengannya juga bisa terciptanya perdamaian bagi
semesta.
Rujukan:
Ngainun Naim, The Power Of Reading, Aura Pustaka, Yogyakarta, 2015
Fahruddin Faiz, Sebelum Filsafat, MJS Press, Yogyakarta, 2018
Pondok Pesantren Darun Nun Malang







