ZINNIRAH "GADIS YANG TAJAM MATA BATINNYA"

 

Oleh: Siti Laila ‘Ainur Rohmah

Ketika seseorang menghadapi
penindasan, saat itulah Allah SWT. memberi kesempatan untuk menambah keimanan
kepada-Nya. Meskipun hal itu ada dua kemungkinan, antara ujian atau cobaan kepada
seorang hamba. Namun, tahukah kita bagaimana perjuangan Rasulullah SAW. dalam menyebarkan
agama Islam? Beliau banyak dibantu oleh kesabaran kaum muslimin dalam
mempertahankan akidah mereka. Sikap inilah yang membuahkan hasil sangat berharga
dalam sejarah perkembangan Islam.

Di antara mereka, terdapat seorang
wanita bernama Zinnirah. Ia berasal dari keturunan bangsa Rom. Ia pun telah ditawan
dan dijual di sebuah pasar di Makkah, dan pada akhirnya dibeli oleh Umar bin
Khattab Ra. untuk dijadikan hamba sahaya. Jika memandang dari fisiknya, dia
terlihat lemah. Tetapi, dari segi spiritualitasnya sangat kental, termasuk
mempunyai jiwa yang kuat dan tabah.   
 

Pada saat itu, Zinnirah menerima
cahaya Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Sejak saat itulah seluruh
kegiatan ibadahnya dilakukan secara sembunyi-sembunyi karena takut diketahui
tuannya yakni Umar bin Khattab. Namun usaha itu berakhir sampai disini ketika
sang tuan mengetahuinya. Di masa awal dakwah Rasulullah SAW. Umar bin Khattab belum
masuk Islam. Ia selalu memusuhi Rasulullah SAW. Saat itu Umar pun mencerca
Zinnirah habis-habisan. Bahkan, dia berniat akan mengubur hidup-hidup budaknya
tersebut.

Umar menyiksa Zinnirah berulang
kali, dengan harapan agar dia mau kembali kepada agama asalnya dan meninggalkan
Islam. Berbagai siksaan diberikan kepada Zinnirah. Pukulan, hentakan, tendangan,
hingga dijemur di tengah panasnya terik matahari harus dihadapi Zinnirah tiap
hari. Semua itu Zinnirah terima dengan penuh sabar dan tawakkal.
 

Puncak penyiksaan itu ketika mata
Zinnirah ditusuk dengan besi panas, hingga membuat kedua matanya buta. Meskipun
begitu, tetapi hati dan jiwanya penuh dengan cahaya keimanan. Iman menjadi
penyuluh hidupnya dalam kesengsaraan azab dari tuannya.

“Ini untukmu, ya Allah. Aku mengarungi kesengsaraan ini untuk
mendapat kesenangan di akhirat kelak. Perjuangan ini terasa berat, selalu
dihiasi penderitaan dan kesengsaraan, sebab aku sadar bahwa untuk meraih surga
memang tidaklah mudah. Aku terpaksa melalui ujian berat demi memperoleh surga
yang harus didapatkan dengan usaha dan perjuangan keras. Berbeda dengan neraka
yang dihiasi berbagai kesenangan dunia.” Itulah munajat Zinnirah setiap kali ia
mengadu kepada Allah SWT.

Pengorbanan Zinnirah juga mendapat
hinaan dari kaum kafir Makkah. Berbagai cacian disematkan kepadanya. Mereka
mengatakan Zinnirah buta karena dilaknat oleh Latta dan Uzza, berhala
sesembahan kaum musyrikin. Meskipun ujian bertubi-tubi telah dirasakannya,
namun tak mengubah sedikit pun keyakinannya kepada Allah SWT. Allah memberi karamah
kepadanya. Matanya yang buta itu bisa melihat kembali atas izin-Nya. Ia pun sangat
bersyukur akhirnya bisa menikmati kembali keindahan ciptaan Allah SWT.
 

Dari cerita di atas menggambarkan
bahwa betapa kesabaran itu penting dimiliki oleh setiap orang. Dalam mengarungi
samudera kehidupan yang penuh lika-liku, manusia harus teguh memegang prinsip,
dan jangan mudah goyah dengan iming-iming dunia. Karena dunia ini hanyalah
fatamorgana. Wa allahu a’lam.

Sumber: K, Nur. 2019. 70 GOLDEN STORIES OF MUSLIMAH. Yogyakarta:Semesta
Hikmah Publishing.

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp