SANTRI DAN AKSARA

http://qureta.com/

Oleh:
Fitriatul wilianti

            Santri dalam kamus besar bahasa Indonesia
(KBBI) memiliki dua makna yaitu, pertama santri merupakan orang-orang yang
mendalami agama Islam sedangkan yang kedua santri adalah orang yang beribadah
dengan sungguh-sungguh atau orang saleh. Secara umum santri dikenal sebagai
orang-orang yang menempuh pendidikan di pesantren, dari kata pesantren inilah
munculnya istilah santri.

            Santri merupakan generasi penerus
ulama atau kyai, dan ulama adalah generasi penerus para nabi. Para ulama
merupakan orang-orang yang berdakwah, berjihad, mengajar dan lain-lain yang
dari para ulama pula lahirnya berbagai jenis karya berupa tulisan-tulisan dalam
bentuk kitab-kitab klasik. Dari karya-karya ulama inilah yang menjadi sumber
pembelajaran bagi santri-santri seluruh dunia yang bahkan masih dinikmati dan
dipergunakan hingga saat ini, yang walaupun karya-karya tersebut sudah ditulis
sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu, karya-karya tersebut tidak hilang
ditelan jaman.

            Salah satu ulama klasik penghasil
karya yang terkenal sampai saat ini yaitu ulama tasawuf Imam Ghazali yang
dikenal dengan Hujjatul Islam yaitu merupakan ulama yang mempunyai daya ingat
yang kuat dan pintar berhujjah serta sangat produktif dalam berkarya . Selain
terkenal dibidang tasawuf Imam Ghazali juga terkenal dibidang filsafat dan ilmu
Kalam, berapa karyanya yang terkenal adalah Maqashid Al-falasifah, Tahafut
Al-falasifah dan masih banyak lagi karya lainnya. Selain Imam Ghazali masih
banyak tokoh-tokoh lain yang terkenal baik dikalangan tasawuf, filsafat maupun
ilmu-ilmu lainnya.

            Berkaca dari ulama-ulama klasik yang
terkenal diatas, dapat kita jadikan contoh oleh kaum sarungan (santri) dalam
mengambil hikmah dalam berkarya. Karena dengan adanya karya-karya para ulama
kita dapat memperoleh berbagai ilmu pengetahuan selain itu dengan karya-karyanya
tersebut kita bisa mengenal para ulama-ulama klasik masa itu melalu karyanya.
Karena tanpa karya dari mereka tidak mungkin kita bisa mengenal ulama-ulama
tersebut dan memperoleh berbagai pengetahuan.

            Seperti kata-kata dari Pramoedya
Ananta Toer bahwa “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia
tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis
adalah bekerja untuk keabadian”. Kata-kata tersebut membuktikan bahwa
dengan tulisan seseorang dapat dikenal dan dikenang dunia seperti ulama-ulama
klasik dunia maupun ulama-ulama yang sekarang terkenal di Indonesia.

            Maka dari itu berkarya dengan
menulis merupakan sesuatu yang harus dicontohkan oleh santri. Namun,
kenyataannya saat ini sangat sedikit santri yang berkarya dengan menulis. Tidak
banyak santri yang berantusias dalam menghasilkan karya tulis. Menulis disini
tidak diharuskan menulis dalam artian menulis kitab atau karya-karya klasik
seperti yang dicontohkan ulama, menulis disini merupakan karya dalam bentuk
apapun, baik itu karya ilmiah ataupun karya sastra karena banyak pula
ulama-ulama yang menggeluti dan terkenal dibidang sastra. Contohnya yaitu
seperti Buya Hamka yaitu merupakan ulama sekaligus sastrawan dan jurnalistik
yang sangat terkenal Sampai saat ini serta beberapa ulama-ulama Nusantara
lainnya.

            Dari sini dapat menjadikan contoh
bagi santri untuk menulis dan menghasilkan banyak karya. Karena menulis adalah
kegiatan yang sangat urgent dilakukan oleh setiap orang terutama santri dan
para pemuda mengingat manfaat yang dihasilkan sangat banyak, selain kita bisa
dikenal dan dikenang oleh dunia dan sejarah, karya yang santri tulis juga dapat
menjadi pengetahuan dan jendela bagi pembaca. Oleh karena itu mari kita mulai
menulis dan semangat untuk terus melakukannya. Mari kita hasilkan banyak karya
agar menjadi kenangan untuk orang-orang tercinta dimasa depan.

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp