Oleh:
Fitriatul wilianti
Solat lima
waktu merupakan kewajiban bagi seluruh umat Islam. Solat adalah serangkaian
kegiatan ibadah khusus tertentu yang dimulai dengan takbiratul ihram dan
diakhiri dengan salam. Yang merupakan suatu perantara yang mengantarkan manusia
untuk berhubungan dengan Allah SWT. Dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman
menganai perintah melaksanakan solat pada QS al-Baqarah: ayat 238. “Peliharalah
segala salat (mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah karena Allah
(dalam salatmu) dengan khusyuk.” Selain itu perintah solat juga disampaikan
dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 43 serta dijelaskan oleh Rasulullah dalam
hadits-haditsnya.
Perintah
melaksanakan salat oleh Allah SWT berbeda dengan perintah menjalankan
ibadah-ibadah lain yang disampaikan melalui firman-firmannya dalam Al-Qur’an
atau melalui wahyu dari Malaikat Jibril kepada Rasulullah Saw. Perintah solat
diterima melalui perjalanan Rasululullah yaitu dengan pertemuan langsungnya
dengan Allah SWT dalam peristiwa isra mi’raj.
Isra Mi’raj
adalah sebuah peristiwa perjalanan Rasulullah Muhammad SAW, yang kala itu
dilakukan dalam waktu kurang dari semalam suntuk. Isra Mi’raj berasal dari dua
kata, pertama Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad saw dari Ka’bah di Makkah ke
Baitul Maqdis di Yerusalam. Dan kedua Mi’raj adalah peristiwa saat Nabi
Muhammad dinaikkan dari Baitul Maqdis di Yerusalem ke Sidratul Muntaha dengan
melewati 7 langit. Perjalanan ini hanya di laksanakan dalam waktu kurang dari
semalam suntuk yang walaupun kita ketahui bahwa jarak antara Ka’bah Makkah ke
Baitul Maqdis di Palestina kurang lebih 1500 kilometer kemudian naik ke
Sidratul Muntaha dengan melewati 7 lapis langit yang ditempuh hanya secepat
kilat.
Allah swt berfirman:
“Mahasuci
(Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari
masjidil haram ke masjidil aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami
perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia
Maha Mendengar, Maha Melihat.” (Al-Isra’ : 1).
Dalam
perjalanan Isra Mi’raj terdapat serangkaian peristiwa yang dialami Rasulullah
sepanjang malam tersebut, termasuk menerima perintah shalat 5 waktu. Proses
penerimaan perintah shalat oleh nabi Muhammad saw awalnya berjumlah 50 kali
sehari semalam. Namun, setiap kali Rasulullah turun, di langit ke-enam Nabi
Musa As mengingatkan beliau bahwa jumlah tersebut terlalu besar dan berat untuk
dilaksanakan umatnya. Nabi diminta untuk memohon keringanan kepada Allah swt.
Hingga akhirnya setelah beberapa kali kembali daan memohon akhirnya perintah
solat dilaksanakan 5 waktu sehari semalam. Yang walaupun menurut Nabi Musa
jumlah itu masih terasa berat bagi umat nabi Muhammad Saw akan tetapi
Rasulullah sudah merasa malu untuk kembali dan memohon keringanan kepada Allah
SWT.
Setelah
penerimaan perintah shalat Rasullullah pun kembali bersama malaikat Jibril. ia
menceritakan perjalan Isra’ Mi’raj yang telah beliau laksankan hanya dalam
waktu kurang dari semalam suntuk, serta menyampaikan perintah solat lima waktu
dari Allah swt kepada umat dan sahabat-sahabatnya. Walaupun peristiwa Isra’
Mi’raj yang beliau ceritakan sulit diterima oleh akal sehat, banyak dari
pendengarnya yang mengatakan bahwa Rasulullah hanya bermimpi/ menghayal bahkan
ada yang menganggap bahwa Rasulullah itu gila. kecuali hanya seorang sahabat
yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq yang langsung percaya atas cerita nabi dan
meyakinkannya kepada sahabat dan umat-umatnya yang lain. Karena itulah Abu
Bakar diberi gelar Ash-Shiddiq yang berarti membenarkan kejadian Isra’ Mi’raj
yang diceritaka Rasul walaupun yang lain tidak percaya.
Semoga kita
semua bisa mengimani dan meyakini peristiwa Isra’ Mi’raj ini didalam hati kita
dan dengan diperingatinya peristiwa ini setiap 27 Rajab dapat mengingatkan kita
kepada perjalanan nabi dalam menerima perintah shalat lima waktu dan menambah
keimanan kita. Aamiin.
Wallahu A’lam bishawab.
https://www.atorcator.com/





