
Oleh Nazar Junio
Engkaulah samudra,
tempat senja melabuhkan kemilaunya.
Dalam tenangmu, rembulan berlabuh,
menitipkan bayang pada heningnya malam.
Engkaulah karang yang tabah,
tegak menantang gelombang.
Memeluk diam setiap luka,
dari sisa ombak yang menerjang.
Kau tetap berdiri, dan bertahan.
Sejuk perangaimu merasuk,
dan suaramu, riang menggema,
laksana falseto lautan
yang menari di desau angin.
Sehingga menusuk palung hatiku,
menanam rindu yang resah,
mendesakku membangun sebuah bahtera.
Agar aku bisa berlayar
mengarungi indahnya dirimu.
Dan hanyut selamanya
dalam riak manis senyumanmu.






