Oleh: Hakiki Rikza Irnaini Al Badri
Mungkin di Tahun 2020 kita banyak sekali mengeluh tentang kehidupan,
begitupun saya. Tidak dapat dipungkiri mengeluh menjadi pekerjaan wajib bagi
semua orang. “Sambat” begitulah orang Jawa menyebutnya dan mengeluh
merupakan bahasa Indonesia dari kata sambat. “Lak gak sambat gak lego
rasane” artinya “kalau tidak mengeluh tidak lega rasanya” merupakan ucapan
yang sering saya dengar dari orang lain, begitupun saya juga sering
mengucapkannya. Di tahun 2020 banyak sekali hal di luar dugaan yang terjadi,
seperti halnya terjadi pandemi Covid-19 yang menyebabkan pembelajaran dilakukan
secara online, ekonomi di Indonesia semakin menurun dan masih banyak
sekali dampaknya. Bukan hanya pandemi Covid-19, bencana alam banjir, gempa,
tanah longsor juga terjadi pada tahun 2020. Hal-hal itu terjadi di luar dugaan
manusia dan atas kehendak Allah SWT. Dari semua hal yang terjadi pada tahun
2020 saya banyak belajar dan mengambil hikmah.
Kejadian pandemi Covid-19 yang begitu memberi arti bagi saya. Saya sadar
bahwa waktu itu tidak bisa tergantikan, ketika saya bertemu dengan teman-teman
saya, guru/dosen saya ketika perkuliahan itu sangat berarti pada setiap
momennya. Begitu berharganya pembelajaran tatap muka karena akan lebih memahamkan
materi. Akan tetapi, di balik itu semua pandemi Covid-19 ini juga menyadarkan
bahwa segala sesuatu bisa dilaksanakan meski di rumah saja. Selama di rumah
kita juga bisa tetap produktif. Kita tetap bisa melakukan pembelajaran melalui virtual
meet, bekerja secara online, workout from home, dan
menjalankan aktivitas sesuai hobi kita masing-masing. Selain itu kita juga bisa
menghabiskan waktu yang banyak dengan keluarga“quality time” dan bisa
lebih memahami karakter antar masing-masing keluarga. Bencana alam yang terjadi
di tahun 2020 memberikan kita semua pelajaran bahwa segala sesuatu itu milik
Allah SWT, kita tidak tahu kapan Allah SWT akan mengambil nyawa kita dan semua
titipan itu. Yang perlu kita semua siapkan adalah bekal pahala dan amal ibadah
kita selama hidup di dunia.
Begitupun 2021, kejadian setiap tahunnya itu tidak lain atas kuasa Allah
SWT. Pada awal tahun 2021 sudah terjadi musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air
SJ-182, kemudian banjir, gempa, dan erupsi gunung. Jika membahas hal-hal yang
sedih memang tidak ada habisnya dan jika ditanya “apa harapan di tahun 2021?”
jawaban saya adalah “sangat banyak sekali, bahan jika ditulis 1 kertas A4 saja
tidak akan cukup”. Secara umum saja, harapan di tahun ini semoga kita semua
tidak lupa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT selama ini dan
tidak hanya melihat musibah itu sebelah mata. Mari kita ambil hikmah atas
kejadian di tahun 2020 dan awal 2021 ini sebagai pelajaran hidup dan senantiasa
berdoa agar selalu diberi iman, Islam dan keberkahan selama hidup kita Aamiin
ya Rabbal Alamin.







