ANAK-ANAK TAK INGIN DEWASA

Oleh:  Nety Novita Hariyani
             Sejenak saja mari kita pahami bagaimana
perasaan anak-anak sesungguhnya, perlahan kita akan temukan ketidakinginannya
untuk tumbuh dewasa. Mereka dibebani untuk memiliki cita dan impian yang
tinggi, namun orang dewasa hadir diantara mereka sebagai pemaksa. Beberapa
mengerahkan kasih sayang tanpa pamrih, sisanya memaksa mereka menjadi jahat.  Tumbuh dewasa bukan saja merenggut kesucian
dan kebersihan hati mereka, tapi juga kebebasan untuk bermain riang gembira
tanpa ada beban.

            Lewat
buku yang berjudul “Hijrah Jangan Jauh-Jauh, Nanti Nyasar”, Kalis Mardiasih
menceritakan bagaimana seorang anak bersama ayahnya hidup di tengah peliknya
kota yang tidak manusiawi, anak itu tak pernah iri dengan anak lain juga tak
pernah bertanya-tanya mengapa ia miskin sedang anak lainnya hidup dalam
kemegahan. Yang terbenak dalam hatinya ada seseorang yang akan selalu mengasihi
dan bersamanya, itu lebih dari cukup.

            Selama
mereka merasa aman dengan orang yang mereka percaya, cita-cita dan impian
adalah suatu keharusan bukan pemaksaan. Dengan sendirinya mereka akan sadar pentingnya
mengenyam pendidikan, pentingnya memiliki impian, serta sulitnya berjuang
ditengah riwehnya kehidupan.

            Anak-anak
harus dirangkul, bukan dikekang. Ketidakpahaman mereka akan hal baru jangan
dicerca, melainkan diajari hingga paham. Saat mereka butuh pundak untuk
bersandar, buatlah mereka nyaman untuk bersandar. Tanamkan pada mereka keimanan
yang kuat, hingga ketika mereka kehilangan arah mereka akan tersadar satu-satunya
jalan hanyalah kembali kepadaNya.

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp