PAK TUA DAN KAIL


 

Oleh :Meisya Eva Natasya
Siang itu langit berwarna dan membiru,
warna
laut pun
membiru
karena menyerap sinar matahari
yang menghantap
lautan. Di
ujung
pantai sana kulihat pak tua
yang sedang
sibuk dengan kail dan umpannya.
Lelaki
separuh daya itu mengukurkan kailnya dan menariknya kembali.
Dia
kadang duduk termangu sambil
memegang
kailnya,
sembari
berharap ada ikan
yang memakan
umpannya. Entah sudah berapa
lama dia
menunggu hasil tangkapan ikan di sana,
tapi
sepertinya pak tua itu sudah lebih awal daripada
kami.
Sesekali ia melempar senyum kepada
kami, senyumnya yang tulus
itu seolah menandakan bahwa dia tidak akan menyerah.
Berkali-kali ia
melemparnya,
tetapi
tidak ada satu pun ikan
yang tersangkut. Pak tua
itu terus
mengulangnya
tanpa mengenal lelah,
hingga
beberapa menit kemudian pak tua itu bukan hanya menarik kail,
tapi
ikan yang ikut terjebak di umpannya.
Senyum riang tampak di wajah kriputnya,
rupanya kali ini
dia berhasil.
Aku
tidak tahu persis apa tujuan pak tua itu memancing.
Apakah
sekedar mencari ikan untuk dijual.
Tapi
semoga saja lelaki paruh baya itu memancing hanya untuk mengisi waktu luang saja bukan untuk mengais rizki.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp