MALANG – Memasuki masa liburan perkuliahan semester genap tahun ajaran 2025/2026, seluruh santri putra dan putri berkumpul di Ndalem Pengasuh (Blok K) pada Jumat (19/06/2026) malam. Pertemuan ini dikemas dalam acara Sowan Perpulangan, sebuah tradisi sakral santri untuk bersilaturahmi dan memohon doa restu kepada pengasuh sebelum kembali ke kampung halaman masing-masing. Acara yang dimulai ba’da Maghrib sekitar pukul 18.00 WIB ini berlangsung dengan sangat khidmat, hangat, dan penuh rasa kekeluargaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Dibaan yang dilantunkan secara bersama-sama oleh seluruh santri, kemudian dilanjutkan dengan sesi Doa Bersama untuk keselamatan dan keberkahan. Memasuki acara inti, Pengasuh Pesantren, Abi Dr. Halimi Zuhdy, M.Pd, MA dan Umma Sayyidahtul Khofsoh M.Pd, memberikan wejangan penting berupa penyampaian pesan dan kesan. Beliau berdua mengingatkan seluruh santri agar tetap menjaga akhlak mulia, mengamalkan ilmu pesantren, serta menjadi teladan yang baik di tengah masyarakat selama menikmati masa liburan di rumah.
Suasana malam itu menjadi semakin akrab dan penuh kebanggaan saat memasuki momen pengumuman penghargaan bagi santri berprestasi. Apresiasi tinggi diberikan kepada peraih predikat santri terbaik untuk kelas mubtadi’ dan mutawasith. Tidak hanya itu, penghargaan bergengsi juga diberikan kepada kategori penulis terajin. Penghargaan untuk santri putra sukses diraih oleh Ebnu Hajar, sedangkan untuk kategori santri putri berhasil disabet oleh Chusbi Aura. Setelah pengumuman yang memotivasi tersebut, seluruh rangkaian acara pun diakhiri dengan penutup dan mushafahah sebagai tanda resmi dimulainya masa liburan semester.

Momen perpulangan ini juga menjadi refleksi bagi seluruh santri atas perjuangan menuntut ilmu yang telah dilalui selama satu semester ke belakang. Sorot kebahagiaan dan rasa haru bercampur aduk di wajah para santri, terutama saat mereka bersiap melangkah keluar dari gerbang pesantren untuk melepas rindu dengan keluarga tercinta. Liburan kali ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang beristirahat dari penatnya aktivitas perkuliahan, tetapi juga momentum untuk menata energi baru demi menyambut semester berikutnya dengan semangat yang lebih membara.
Bagi pesantren sendiri, pelepasan ini merupakan wujud keberhasilan dalam mengawal proses belajar-mengajar, baik di bidang akademik kampus maupun pendalaman ilmu agama. Pihak pengasuh berharap agar nilai-nilai disiplin, kemandirian, dan kesantunan yang telah ditempa setiap hari di dalam asrama dapat terus melekat kuat dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah. Kini, dengan doa restu yang telah dikantongi dari Abi dan Umma, para santri siap melangkah pulang membawa berkah ilmu yang bermanfaat.






