Oleh Hilmi Gholi Hibatullah
Peradaban umat Islam
tercatat memiliki banyak dinasti yang silih berganti dari yang satu ke yang
lainya dengan masa kekuasaan yang berbeda-beda. Salah satunya adalah masa
dinasti Abbasiyah, yang disebut-sebut sebagai masa keemasan peradaban Islam.
Hal ini dikarenakan kemajuanyang sangat pesat di berbagai bidang keilmuan.
Sehingga dengan hal itu menjadikan Islamsebagai pusat pengetahuan di dunia.
tercatat memiliki banyak dinasti yang silih berganti dari yang satu ke yang
lainya dengan masa kekuasaan yang berbeda-beda. Salah satunya adalah masa
dinasti Abbasiyah, yang disebut-sebut sebagai masa keemasan peradaban Islam.
Hal ini dikarenakan kemajuanyang sangat pesat di berbagai bidang keilmuan.
Sehingga dengan hal itu menjadikan Islamsebagai pusat pengetahuan di dunia.
Dinasti
Abbasiyah adalah dinasti Islam kedua setelah runtuhnya Kekhalifahan Bani
Ummayah. Berdiri pada tahun 132H/750M yang dipimpin pertama kali oleh Abu al-Abbas
Abdullah bin Muhammad as-Shaffah Disebut-sebut dengan masa keemasan peradaban
Islam bukanlah omong kosong saja. Hal ini terbukti dengan kekuasaan dinasti
Abbasiyah yang sangat luas dan juga bertahan sangat lama, sekitar 500 tahun
berkuasa sebelum runtuh. Dikarenakan berbagai faktor, baik internal maupun
eksternal.
Abbasiyah adalah dinasti Islam kedua setelah runtuhnya Kekhalifahan Bani
Ummayah. Berdiri pada tahun 132H/750M yang dipimpin pertama kali oleh Abu al-Abbas
Abdullah bin Muhammad as-Shaffah Disebut-sebut dengan masa keemasan peradaban
Islam bukanlah omong kosong saja. Hal ini terbukti dengan kekuasaan dinasti
Abbasiyah yang sangat luas dan juga bertahan sangat lama, sekitar 500 tahun
berkuasa sebelum runtuh. Dikarenakan berbagai faktor, baik internal maupun
eksternal.
Faktor internal
yang menyebabkan keruntuhan dinasti Abbasiyah adalah kemewahan hidup dikalangkan
penguasa masa itu, perebutan kekuasaan antara keluarga Bani Abbasiyah, dan juga
pula akibat konflik keagamaan yang terjadi. Sedangkan faktor eksternal yang
menyebabkan keruntuhan dinasti Abbasiyah adalah banyaknya pemberontakan yang
terjadi dikarenakan luasnya kekuasaan yang dimiliki oleh dinasti Abbasiyah
sehingga banyak wilayah-wilayah kecil yang kurang terkontrol dan mengakibatkan
pemberontakan, yang kedua disebabkan dominasi dari bangsa turki yang pada saat
itu banyak bagian dari bangsa turki menjadi panglima-panglima militer Bani Abbasiyah,
dan yang ketiga dominasi dari bangsa perisa yang bermula dari membabtu bekerja
dalam pemerintahan dan setelah beberapa waktu, orang-orang dari bangsa perisa
yang menduduki pemerintahan kala itu mulai naik jabatan dengan perlahan. Dan
ketika mereka memiliki posisi yang tinggi mulailah pemerintahan diambil secara
perlahan-lahan.
yang menyebabkan keruntuhan dinasti Abbasiyah adalah kemewahan hidup dikalangkan
penguasa masa itu, perebutan kekuasaan antara keluarga Bani Abbasiyah, dan juga
pula akibat konflik keagamaan yang terjadi. Sedangkan faktor eksternal yang
menyebabkan keruntuhan dinasti Abbasiyah adalah banyaknya pemberontakan yang
terjadi dikarenakan luasnya kekuasaan yang dimiliki oleh dinasti Abbasiyah
sehingga banyak wilayah-wilayah kecil yang kurang terkontrol dan mengakibatkan
pemberontakan, yang kedua disebabkan dominasi dari bangsa turki yang pada saat
itu banyak bagian dari bangsa turki menjadi panglima-panglima militer Bani Abbasiyah,
dan yang ketiga dominasi dari bangsa perisa yang bermula dari membabtu bekerja
dalam pemerintahan dan setelah beberapa waktu, orang-orang dari bangsa perisa
yang menduduki pemerintahan kala itu mulai naik jabatan dengan perlahan. Dan
ketika mereka memiliki posisi yang tinggi mulailah pemerintahan diambil secara
perlahan-lahan.







