AKU NONGKRONG TAPI MASIH PUNYA MIMPI KOK

Oleh Fitriatul Wilianti
Kringgggggggggggg, Bell sekolah berbunyi, baru
beberapa langkah aku menginjakkan kaki di gerbang depan, akhirnya pintu gerbang
ditutup. aku sudah berlari-lari sejak 5 menit yang lalu dan ini bukan pertama
kalinya aku begitu. Andreeeeeee…, suara khas bapak security
membuat kaki ku terpaksa berhenti, “iyaa pak” jawabku, “kamu
tiap hari telat mulu  yaa, untung
gerbangnya belum bapak kunci, kalo kamu kekunci lagi, nanti orangtuamu bapak
panggil
” Ocehnya, siap pak nggak akan telat lagii, makasih pak,  jawabku sambil fokus berlari. Jarak antara gerbang
utama ke kelasku menuju lapangan cukup jauh, cukup menguras  keringat saat berlari, akhirnya aku memutuskan  untuk tidak ke kelas dan langsung kelapangan upacara,
beberapa detik saat aku sampai, barisan sudah hampir penuh, padahal aku baru saja
masuk barisan dan Cuma telat beberapa menit. Bagaimana tidak,  ancaman dari sekolah benar-benar mampu menakuti
setiap siswa yang terlambat, telat lima menit saja sudah membuat siswanya ketinggalan
pelajaran untuk membaca 2 juz al-qur’an di depan pagar, dan akus udah beberapa
kali mengalami itu, sangat memalukan.

Pritttttttt upacara segera di mulai, seketika lamunanku
terhenti disaat salah satu guru killerku memanggilku keluar dari barisan,
aku di kumpulkan dengan beberapa teman tongkronganku di belakang, firasatku ternyata
benar, pagi ini kami akan di permalukan atau akan lebih  parah lagi. Jangan dulu berpikiran
negative  walaupun aku dan teman tongkrongann
ku termasuk golongan anak nakal di sekolah tapi kami masih serius dalam belajar
hanya saja kami ingin dikenal walaupun dengan
cara yang cukup salah.

Agar tidak membingungkan aku  akan sedikit menceritakan kisahku kemarin
sore, jadi kemarin aku dan beberapa  temanku
nongkrong di tempat biasa tongkrongan kami di sebelah kiri taman kota,
tiba-tiba salah satu teman kami di tarik dan hampir di keroyok oleh anak sekolah
sebelah, kemuadian karena tingkat solidaritas kami yang cukup tinggi kami pun
membantu teman kami, dan akhirnya semuanya ikut berantem, dan tak lama kemudian
kami ketahuan salah satu guru killer yang tadi, beliau memang sering melakukan rajia
dadakan untuk memperhatikan siswanya, dan kami cukup sial hari itu. Dan
akhirnya terjadilah kejadian pagi ini, kami akan di hukum, yang walaupun aku
rasa perbuatanku tidak salah karena hanya membantu teman yang di keroyok tapi perbuatan
tersebut bukanhal yang benar bagi guru kami, karena itu bukan pertama kalinya kami
mempermalukan nama sekolah dengan hal-hal yang seperti itu. kemudian setelah di
telusuri lebih lanjut ternyata penyebab teman kami hampir di keroyok kemarin
adalah karena dia pacaran dengan salah satu mantan pacar geng anak sekolah
sebelah yang disebutkan sebelumnya, dan karena gak terima akhirnya salah satu
anak itu mengajak temannya untuk mengeroyok dan temanku, kira-kira begitulah
ceritanya.

Saat aku dan teman-temanku dikumpulkan, kami
tidak begitu takut, karena kami tidak bersalah dan kekompakan kami cukup
menguatkan masing-masing dari kami, walaupun tetap terlihat tatapan tajam guru
BK dan beberapa tatapan kecewa dari para guru. Akhirnya beberapa detik kemudian
saat upacara hampir selesai kami di seret di tengah lapangan tepat di depan
barisan guru-guru dan menghadap barisan anak-anak kelas 12 yaitu angkatanku,
jumlah kami empat orang, aku, Afif, Dion, dan Candra. Di situ kami cukup memalukan
karena kami dimarahi cukup lama karena mempermalukan nama sekolah dan tidak boleh
menjawab sekalipun, dan yang paling membuat mentalku turun adalah ketika aku melihat
ekspresi kecewa dari seorang gadis yang kuanggap sebagai teman perempuan terkeren
yang aku kenal, dan memang benar, dia sepertinya marah, karena sudah beberapa
kali dia memperingatiku untuk tidak nongkrong dengan orang-orang yang aku sebut
teman tadi, ya sepertinya dia kecewa, dan itu bukan pertama kalinya aku melihat
ekspresi kecewa darinya.

Dia adalah Arin, teman perempuan terdekatku,
sekaligus tetangga samping rumahku, kami sudah berteman hampir belasan tahun sejak
SD kelas 2, dia siswa pindahan dari lombok yang kebetulan langsung dekat denganku
karena kami tetangga. Tapi dia sudah punya pacar, dan mereka sudah pacaran saat
kami kelas 12, pacarnya cukup tampan, tidak lebih dari aku, hehe dan dia cowok pertama
yang membuatku cemburu karena seorang gadis, dan saat itu, aku juga tidak mau kalah
dan mulai pacaran dengan beberapa cewek. Aku terkenal playboy di sekolahku,
selama hampir tiga tahun SMA aku sudah memacari hampir pulahan siswi, cukup keren
bukan, tapi daftar pacarku tidak termasuk Arin, walaupun dia  cinta pertamaku, dan kami sudah berteman cukup
lama, tapi keplayboyan-ku kalah olehnya. Aku tidak ingin menjadikan dia salah
satu cewek yang aku sakiti karena cinta, walaupun dia juga cantik dan punya
pacar. Tapi memang dari awal aku tidak berniat sekedar memacarinya dan mungkin  akan terjadi suatu saat nanti. Aku tidak tau
bagaimana perasaannya kepadaku yang jelas kami teman dekat. Selayaknya
sahabat dan satuhal yang pasti aku akan menjadikannya lebih dari sahabat suatu hari nanti.

Kemudian tatapanku teralihkan disaat guru Bk
menyuruh kami untuk bubar, tapi pasti dengan hukuman yang cukup berat. kami
akan di skors selama 2 hari itu tidak terlalu mengecewakan, aku akan menambah
point dan level game di layar komputerku di rumah nanti, walaupun tetap saja
saat pulang aku harus siap menerima beberapa omelan dari mamah. Beberapa detik
kemudian kulihat Arin mulai menghampiriku, tentu saja dengan ekspresi kesal dan
wajah memerah, tapi dia tetap manis dimataku, hehe. Kamu
kenapa sihh? 
Dari mana? Belum puas bikin mamah kamu marah, tiga bulan lagiUjian
andree, seharusnya kamu bisa berubah, kamu paham kan? Kamu emang nggak pernah mau dengarin orang ya?  Kita temanan kan? Dan aku nggak tau maujawab apa, beberapa detik kemudian Arin beranjak pergi,
dan aku sedikit menjawab dengan nada rendah, “Ma’af Rinn, walaupun aku nggak
salah, nanti aku bisa jelasin kok”
Arin pun berhenti, dan menatapku dengan
muka yang semakin jengkel, “heheh arini kita pulang bareng yukk,
pacarmu suruh pulang sendir aja, kita udah lama nggak pulang bareng, mamah nyariin
kamu lohhh, hehe”
lanjutku dengan sedikit nyengir, aku memang berusaha
menenangkannya dan memperbaiki kesalahanku. Akhirnya ekspresinya sedikit berubah,
“Awasyakalo di ulangin lagi” dengan ekspresi yang mulai
membaik, kemudian dia pergi meninggalkan aku. ya seperti itulah kami, hari ini bukan
pertama kalinya Arin marah dan ngomel padaku, dan aku sudah kebal akan itu, dan
penyelesaiannya selalu seperti ini aku akan terus menggodanya.

Sebenarnya aku bukan anak nakal, aku punya
mimpi bagaimana hidup kedepannya, di rumahaku masih dengarin mamahku, di kelas
juga aku masih dengarin guru walaupun aku gak pernah nyatat karena bukuku gak
pernah aku bawa, tapi percaya aja, aku orangnya cepat paham kok, Iq-kumungkin
200 lebih walaupun cuma bohong, tapi benaran kok aku cukup pintar di kelas dan di
seluruh mata pelajaran aku hanya kalah di hitungan saja, dan nilai ku selalu
lulus di semua mata pelajaran, dan aku berjanji di detik-detik terakhir SMA
nanti, aku akan serius saat ujian dan mendapatkan nilai tinggi, aku bercita-cita
menjadi abdi negara, aku akan menjadi TNI terhormat yang akan dicintai rakyat,
aku tidak akan mengeluarkan sepeserpun duit orang tua karena nilaiku yang
tinggi dan tubuh serta kegantenganku yang sempurna, hehe. Aamiin deh, dan suatu
hari nanti seperti ceritaku sebelumnya, setelah aku berhasil, aku akan menjadikan
Arin lebih dari sahabatku, dia akan menjadi teman hidupku, heheh mimpi aku tinggi
juga ya, haha  doain ya.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp