Hadiyan Ihkam
“Woy cepet, Sam! Udah jam setengah 7 nih. Aku ada kuliah pagi.” Teriak Syarif
sambil gedor-gedor pintu kamar mandi.
menjadi sebuah adat ketika jam setengah 7 semua kamar mandi di Pondok Pesantren
Darun Syabab penuh dengan orang mandi. Bukan karena tanpa alasan. Jadwal taklim
pagi membuat kebanyakan santri tidur kembali, dan bagi mereka yang ada kuliah
pagi maka bangun jam setengah 7 tepat. Hal inilah yang membuat Syarif menjadi
seorang mahasiswa yang sering terlambat.
dengan tergesa-gesa memakai baju, mencari buku kuliahnya serta mencari dompet
yang entah di mana lalu berlari ke arah motornya. Bisa dikatakan Syarif
pengendara handal yang dapat menyalip setiap kendaraan di depannya tanpa
terkecuali. Namun dia tidak sengaja menabrak ayam di tengah jalan. Syarif
justru langsung tancap gas menuju kampusnya.
parkiran hingga kelas Syarif berlari layaknya orang pengen buang air kecil. Pasti
taulah seperti apa cara larinya orang yang pengen buang air kecil. Hampir sama
lah jika dibandingkan dengan atlet lari professional.
pikir panjang Syarif langsung masuk kelas dan duduk. Dia sadar jam tangan
ditangannya menunjukkan pukul 07.15. Beruntungnya Ustadz Rouf belum datang.
Jantung Syarif yang semula berdebar-debar karena Ustadz Rouf termasuk ke dalam
daftar dosen killer bagi Syarif langsung tenang seketika.
“Alhamdulillah” ucap Syarif dalam hati.
sih kamu telat terus? ngg malu apa sama ayam?” celetuk Ilham, sahabatnya
Syarif.
maaf. Seperti biasalah, kalau kuliah pagi aku pasti sering telat. Antri mandi
sih” jawab Syarif dengan terengah-engah karena capek lari dari parkiran.
jangan minta maaf sama aku dong. Minta maaf sana sama ustadz sama orang
tuamu.”
gus siap” Jawab Syarif dengan nada agak rendah karena merasa bersalah.
setengah 8 Ustadz Rouf masuk kelas.
‘alaikum” ucap ustadz kepada mahasiswanya.
salam” jawab serentak mahasiswanya.
anak-anak saya ada tugas dinas dari pak rektor ke Surabaya. Oleh karena itu
kalian saya kasi tugas untuk berdiskusi dengan kelompok kalian masing-masing.
Silahkan ketua kelas mengkondisikan. Oh iya… semua kriteria tugas-tugas sudah
saya kirimkan di grup whatsapp”
suasana kelas menjadi ramai seperti pedagang sama pembeli yang bersaut-sautan
menawarkan dagangan.
habis ini kita ke perpustakaan yuk. Ada sesuatu yang mau aku tunjukin” ajak
Ilham
Tapi aku sarapan dulu ya.” Jawab Syarif dengan gelak tawa khasnya.
iya. Sekalian beliin aku minum ya. Ha-ha-ha.” Timpal Ilham dengan tawa senang.
Syarif
berjalan dari kelas ke kantin dengan santai. Sambil memikirkan nasehat dari
Ustadz Thoriq bahwa seorang muslim tidak boleh bermalas-malasan dalam menuntut
ilmu. Terlebih lagi Ustadz Thoriq sangat tidak suka dengan santri yang tidur
ketika taklim dan sering datang terlambat dalam taklim. Pernah suatu ketika
Syarif dilempar kapur oleh ustadz Thoriq karena tidur waktu taklim.
Sambil memilih snack Syarif
bertemu dengan Zahra. Seorang perempuan berkacamata hitam dengan jilbab pashmina
yang elegan, warna merah maron yang serasi dengan bajunya
serta wajahnya yang putih bersih membuat Syarif terdiam sejenak dan lupa mau
beli snack apa.
Namun
jangan salah, Syarif dikenal sebagai laki-laki yang cuek, dingin, tidak peka,
tidak punya perasaan karena pernah ngata-ngatain seorang perempuan
hingga nangis. Meski begitu Syarif tetap ramah kepada teman-teman lamanya,
termasuk Zahra. Karena Syarif dan Zahra sudah kenal sejak duduk di bangku
Aliyah.
“Syarif,
ini aku ada undangan dari pondok At tahfidz.”
“Alhamdulillah.
Sebenarnya aku udah lama pengen ke sana.”
banget. Kamu pasti datang dong di acara pondok sharing motivation”
aku pengen ke sana karena acara itu. Eh tapi yang ngisi acara sharing
motivation ustadz siapa?”Tanya Syarif.
kamu ngg tau sih? Itu lho ustadz yang famous dijurusan kita”
jawab Zahra.
Siapa? Aku ngg tau.”
baca undangannya. Hahaha…” tawa manis Zahra.
Perasaanku ngg enak, za”
baca dulu!”
‘adzim… Allahu Akbar… Laa ilaha illallah… kok aku diminta jadi pengisi acara share
motivation?. Mimpi apa aku semalam” terkaget Syarif hingga semua orang di
sekitarnya memerhatikan dia.
Aku mau ke kelas dulu ada kuliah. Wassalamu ‘alaikum” tawa ringan Zahra
. “Eh
Zahra tapi aku…” Syarif berbicara tapi Zahra menghiraukannya.
Ilham sudah nunggu 30 menit. Ilham udah selesai ngerjain tugas nahwu
karena saking lamanya nunggu Syarif.
Dengan muka agak jutek dia nunggu Syarif sambil ngedite video
tugas al hasub al araby.
Ilham. Aku tadi masih diajak ngobrol sama Zahra.”
ya. Kalau udah ngobrol sama Zahra yang cantik itu lupa sama dunia ini.”
Jawab Ilham dengan nada kesal.
kamu kan tau aku kayak gi mana orangnya. Lagian tadi Zahra cuman ngasi
aku undangan kok.”
iya”
bawain snack kesukaan kamu, silver queen”
makasih” jawab Ilham dengan jutek.
nih kamu mau ngasi tau aku apa?”
aku ada materi ustadz Hasyim buat ujian besok. Kata kelas lain sih
soalnya sulit-sulit.”
kita diberi kemudahan”
Ilham. Kamu tau ngg undangan yang Zahra kasi-kan ke aku, ternyata
aku diminta jadi pengisi acara sharing motivation. Seketika langsung deh
aku bingung campur pusing. Kamu taukan aku orangnya kayak apa. Iya sih
aku punya hafalan dan pernah mondok tahfidz tapi aku sekarang udah lama ngg
murojaah terlebih lagi aku sering tidur waktu taklim. Masak iya
mereka-mereka yang niat bener jadi hafidz harus dengerin aku yang
kayak gini?.” Curhat Syarif kepada Ilham.
Beneran? Hahaha…” ketawa Ilham membuat Syarif bingung.
malah ketawa si?”
Biar kamu sadar, biar kamu tobat, balik lagi alim kayak dulu”
kata-katamu kayak nusuk banget ke aku”
fakta kan?”
nih. Kamu cari deh motivasi yang mau kamu sampein atau kamu
inget-inget dulu nasehat yang pernah kamu dapat dari ustadz-ustadzmu di pondok”
deh. Makasih sarannya, sobat”
Syarif
mulai bongkar rak kitab yang kotor karena debu. Kira-kira lamanya sudah
dua bulan tidak dia bersihkan. Dia mulai baca kitab-kitab tentang Al-Qur’an
serta cerita motivasi dari ulama salaf. Lalu menulis poin-poin yang akan
disampaikan dalam acara sharing motivation.
Selesai
menyiapkan materi yang disampaikan, Syarif iseng buka chat wa.
Dia kaget setelah membaca chat dari Zahra. Acara sharing motivation dimajukan
jamnya menjadi pukul 8 malam nanti. Sontak ini bukan baik bagi Syarif karena di
undangan tertulis hari besoknya jam 8 pagi. Akhirnya tanpa pikir panjang Syarif
berusaha mematangkan materinya. “Apapun yang terjadi aku harus tetap maju”
gumam Syarif dalam hatinya.
Syarif
tiba di Pondok At tahfidz satu jam sebelum acara. Baginya hari ini dia akan
mencetak sejarah dalam hidupnya. Pasalnya, dia tidak pernah sama sekali di
undang untuk menjadi pemateri maupun narasumber. Namun di malam hari ini,
Syarif berusaha maksimal. Dalam pikirannya minimal jangan malu-maluin karena
acara itu juga di hadiri abah yai.
Acara
pun dimulai. Syarif mulai memberikan motivasi diawali dengan basmallah dan
berharap semuanya berjalan dengan lancar. Ketika acara berlangsung Syarif
memang terlihat gugup. Semua mata menyorot ke arah Syarif. Namun Syarif
berusaha mengendalikan dirinya yang gugup hingga akhirnya dia bias enjoy
ngomong di depan santri Pondok At tahfidz.
Sejak
malam itu, Syarif bertobat atas segala kecerobohan, kelalaian, dan
kemalasannya. Dia bersungguh-sungguh dalam hati untuk melanjutkan hafalannya
yang telah lama tidak disetorkan. Syarif merasa tersentuh dengan tatapan para
santri dan kepercayaan ustadz-ustadz Pondok Pesantren At tahfidz serta ingat
segala kekhilafan dalam mengaji kitab seperti sering mengantuk ketika taklim.
Di esok harinya Syarif menjadi sosok yang rajin dan ramah kepada semua orang.
Pondok Pesantren Darun Nun Malang







