TAKUT MELANGKAH, CARA SYETAN MELABUHI MANUSIA

Siti
Khoirun Niswah

Pernah nggak kalian merasakan ragu dalam hidup kalian?
Menentukan kuliah, pilihan masa depan, atau pilihan soal jodoh? Wkwk.
Jika masih tertanam rasa ragu, bimbang dan bingung ini
itu. Coba amati, seberapa kuat bertahan, seberapa kuat melawan rasa ragu,
gundah, gelisah, sedih, bingung. Sejatinya itu hanya akan melemahkan niat baik
untuk melangkah menjadi yang lebih baik. Ku sendiri menyadari, ku bukan orang
yg selalu mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Terkadang, selalu bimbang
dengan dua hal dan bahkan banyak hal. Banyak pertimbangan
, misalnya ingin melanjutkan S2 ini,
bagaimana dengan biaya, bagaimana dengan kerjaan ini itu. Banyaaaak sekali
pertimbangan. Tapi ku pikir-pikir kembali sampai kapan memikirkan saja tanpa
bertindak? Ini bagian dari syaitan untuk mengelabuhi kita. Hmm benar juga.
Kapan ini cita-citaku akan menjadi kenyataan, jika
ingin melangkah selalu terhantui oleh rasa ragu dan takut. Sedari dulu ku ingin
menjadi guru,tepatnya ingin menjadi tenaga pendidik. Sedikit demi sedikit ku
menghilangkan rasa takut, rasa ragu, dan menghilangkan semua perkataan yg
terlontarkan untukku. Mulai dari, bagaimana nanti untuk biaya, bagaimana nanti
untuk atur waktu, bagaimana nanti soal kerjaan?
Perlu diketahui, jika tak segera melangkah untuk memperjuangkan apa yg
kita inginkan, lalu kapan kita akan mencapai cita-cita?
Sudahlah, berhenti ragu, berhenti bingung, berhenti
membanding-bandingkan diri kita sendiri terhadap orang lain. Karena sejatinya
tiap orang memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda-beda.
Tanamkan niat baik kembali, niatkan benar-benar akan
mencari ilmu, menghilangkan kebodohan. Setelahnya taburkan ilmu, bantulah orang
lain mendapat ilmu dan membantu mencerdaskan bangsa.
Biarlah kalau ada yg berkata apakah kita mampu atau
tidak. Jawablah “mampu”. Aku mampu karena Allah selalu melindungi dan
menjawab semua doa para hamba
-Nya.
Selanjutnya, ada sebagian orang yg mengatakan,
“kamu cewek umur sudah kepala 2, masih aja kuliah (mencari ilmu), kapan
nikahnya?”.
Ada lagi, yg mengatakan jangan tinggi-tinggi meraih
gelar sekolah formal, orang laki-laki akan minder melamarmu”. Inilah yg
terkadang di pedesaan yg kurang memahami tentang pentingnya pendidikan. Entah
mengapa Indonesia seperti ini. Padahal peran sebagai wanita merupakan guru
pertama bagi calon generasi muda. Dengan adanya perkataan seperti ini membuatku
malah ingin merantau dan melangkah menghilangkan semua prasangka seperti itu.
masih terlintas sangat tajam perkataan guruku sewaktu
masih MI. “Wanita di Jepang, jenjang pendidikannya sangat tinggi. Wanita
di sana harus bisa sekolah setinggi mungkin lalu bekerja keras meraih cita-citanya
bahkan juga harus berkarir. Namun, setelah mereka menikah, mereka harus sukses
membuat anak-anaknya menjadi orang sukses”. Berarti jelas. Mengapa Jepang
begitu maju. Karena mereka diasuh oleh wanita-wanita yg berpendidikan.
Sekarang, mari sama-sama berjuang untuk menjadi wanita
yg berpendidikan. Sebesar apa usaha kita, itulah yg akan kita petik. Sebesar
dan seberapa lama kita memohon kepada Allah, itulah yg membuktikan kita bisa
meraih apa yg kita inginkan. Tidak ada yg tidak mungkin.

Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp