PERJUANGAN SEORANG BUCIN

Oleh Dihyat Haniful Fawad
Siapakah orang yang harus kuperjuangkan? Dan
siapakah orang yang akan berjuang bersamaku? Kedua kalimat ini selalu terlintas
di pikiranku sesaat. Dulu, aku belum tahu akan jawaban keduanya ini. Tetapi sekarang,
setelah lambat laun akupun tahu dan sadar akan hal ini. Dan harus dilakukan
dengan istiqomah.
Pertama, ada beberapa orang yang harus
kuperjuangkan selama hidupku ini, orang tua lah yang harus kuperjuangkan agar
mereka tersenyum selalu bahagia. Melihat anaknya pulang ke kampung halaman
dengan membawa banyak manfaat untuk masyarakat, dan pastinya mereka ingin
anaknya menjadi orang yang berguna untuk dunia dan akhirat. Kemudian, orang
yang mencintaiku itu butuh pula diperjuangkan, mengapa? Ya, menumbuhkan cinta
abadi itu tidak mudah, butuh perjuangan agar keutuhan cinta yang abadi itu akan
sesuai dengan namanya, yaitu cinta abadi. Pun orang yang kucinta harus
kuperjuangkan. Jika kita yakin bahwa orang yang kita cintai juga mencintai
kita, maka tidak baik untuk disia-siakan.
Kedua, dengan siapa aku akan berjuang bersama?
Tentu, orang yang mencintaiku dengan kesederhanaan dan menerima apa adanya dan
orang yang ingin berjuang bersamaku hingga waktunya untuk bersama selamanya.
Jika di antara kalian menemukan sesosok orang yang kamu cinta dan diapun
mencintaimu, tetapi dia ragu untuk berjuang bersamamu dan tidak ada support
darinya, lebih baik pamit kepadanya dan cari kembali orang yang benar-benar
tulus dan ikhlas mencintaimu dan dia ingin berjuang bersamamu, itu lebih terasa
menikmati kehidupan dengan cinta.
Memang, wanita itu hanya menunggu dan lelaki
yang berjuang. Tetapi, percuma ketika perjuangan seorang lelaki hanya bertepuk
sebelah tangan. Penyemangat terbesar lelaki adalah wanita yang dicintai, dari
situ seorang lelaki mendapatkan energi tambahan berupa semangat dari seorang
yang dicintai. Energi ini memang tidak berdampak pada jasmani, tetapi sangat
berdampak pada hati yang telah terisi orang yang dicintai. Perjuangan lelaki tidak
akan ada apa-apanya tanpa semangat dari kekasihnya. Semangat ini adalah tanda
bahwa sang wanita sanggup menerima dan menunggu sang lelaki untuk menjemputnya.
Jika orang tua, itu tugasnya hanya menunggu anaknya membawa calon menantu ke
rumah.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp