SIAPKAH INDONESIA MENGHADAPI REVOLUSI INDUSTRI?

Oleh: Charirotut thohiroh

Dunia telah melampaui perkembangan
zaman, waktu terus berjalan. Akankah perkembangan titik kreativitas manusia akan
berhenti? Apakah kita hanya menunggu orang lain bersikeras untuk maju dan
meningkatkan kualitas dirinya? Atau mungkin tidak mengikuti perkembangan mereka
dan hanya diam saja?
Revolusi Industri semakin lama semakin
berkembang, diawali oleh Revolusi Industri 1.0 yang ditandai dengan mesin uap
pada abad ke-18 dan sekarang pencapaiannya sudah sampai Revolusi Industri 4.0.
Hal ini menjadi sesuatu yang tidak asing bagi khalayak umum, maka dari itu kita
harus mengetahui dan memahami apa itu Revolusi Industri 4.0. Tak berhenti
disitu saja, kita harus menghadapi perkembangan zaman, harus siap menghadapi
apa yang muncul di hadapan kita. Dari sini apakah dapat kita katakan bahwa
Indonesia siap menghadapi revolusi industri 4.0, apakah itu hanya evoria saja?
Sebagaimana kita ketahui negara
Indonesia adalah negara berkembang, Perkembangan teknologi masuk ke negara ini
dengan sangat pesat sedangkan Sumber Daya Manusianya belum mampu berperang
mengejar kemampuanberpikir dan berinovasi dengan kualitas SDM di berbagai
negara di belahan dunia ini.
Analoginya, siswa Sekolah Dasar tidak
bisa dipaksa untuk menulis makalah, maka ia harus belajar dulu di Sekolah
Menengah Pertama hingga Sekolah Menengah Atas supaya nalarnya sampai terlebih
dahulu. Begitu pula dengan SDM di negara berkembang ini, tidak mudah bagi kita
untuk dituntut mengejar kemampuan orang lain yang jauh lebih berkualitas
daripada kita.
Dilihat dari kesediaan infrastruktur dan
fasilitas di Indonesia, kita ketahui bahwasannyainfrastruktur yang mendukung
sangat lemah karena management dan administrasi di negeri ini sangat lambat dan
kurang efektif. BuktinyaPerusahaan besar di Indonesia pun  belum bisa menggunakan teknologi nano, lalu
listrik yang harusnya sudah disediakan untuk seluruh penduduk dari ujung Sabang
sampai ujung Merauke belum efektif, sekitar 2500 desa di wilayah Papua belum
mendapatkan pelayanan listrik, listrik saja belum bisa teratur dengan efektif
apalagi teknologi? Jangankan teknologi, papan tulis yang menjadi alat bantu
dalam proses pembelajaran pun belum mampu dimiliki beberapa sekolah di
daerah-daerah pelosok negeri ini.
Dari fakta yang ada, pemerataan teknologi
di Indonesia belum terlaksana. Mengapa demikian? Karena adanya perbedaan jauh
antara provinsi-provinsi yang telah mengetahui ilmu pengetahuan mengenai
teknologi dan yang belum mengetahuinya.
Dan kalau teknologi belum bisa merata di
Indonesiabagaimana kita bisa berkata bahwa Indonesia siap menghadapi Revolusi
Industri 4.0.
Pondok pesantren
Darunnun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp