INI DIARYKU

Oleh
: Achsanul Fikri Arrizki
Suara denting jarum jam sudah mulai terdengar lebih nyaring, sunyi
hening terasa. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 02.00 malam. Tidak terasa
sudah 3 jam lamanya aku duduk dikursi kayu tua ini, mengoreksi berbagai macam
coretan kertas, melihat puluhan tulisan yang berbagai bentuknya, dari tulisan
yang indah sampai tulisan yang membutuhkan kejelian dalam membaca. Merepotkan
memang, namun inilah tugasku sekarang.
            Malam ini aku berada disebuah kamar
berukuran 3x3m, cukuplah untuk diriku yang hanya tidur bersama 1 temanku. Aku
merupakan seorang relawan dari sebuah komunitas yang peduli dengan pendidikan
didaerah terpencil. Sudah setengah tahun aku mengikuti komunitas ini, sudah
banyak pula pengalaman dan ilmu baru yang aku dapatkan selama aku menjadi
relawan. Terkadang menyenangkan, namun terkadang juga menyesakkan. Semua itu
adalah hal lumrah yang patut untuk dinikmati, karena itu merupakan bagian
perjalanan hidupku.
            Malam ini, aku disibukkan dengan
mengoreksi kertas jawaban dari anak-anak yang aku ajar tadi siang. Menyenangkan
sekali bisa melihat sekumpulan anak yang berantusias untuk belajar. Meskipun
hanya berpakaian kaos oblong yang kebesaran karena bekas milik ayahnya, dengan
celana yang diikat tali rafia karena terlalu longgar dipinggangnya, dan
berjalan tanpa menggunakan alas dikakinya. Semua itu mereka abaikan, mereka
datang hanya untuk tujuan mulia yaitu belajar.
            Anak-anak didesa terpencil ini
rata-rata sudah mulai bisa menulis, karena memang dikomunitas kami selalu aktif
untuk datang dan memberi bantuan kepada penduduk desa. Entah itu bantuan berupa
sembako ataupun hanya sebatas bantuan berbagi ilmu pengetahuan, semua itu kami
lakukan dengan niatan hanya ingin berbagi dengan sesama. Bahwa, orang yang
hidup didesa terpencil pun masih berhak mendapat bantuan yang layak untuk
mereka. Justru merekalah yang seharusnya mendapatkan banyak perhatian dari kita
yang hidup serba cukup dikota.
            Didalam kamar ini, aku mengoreksi
hasil ujian dari anak-anak tadi siang. Bukan ujian resmi memang, hanya ujian
ala kadarnya dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat perkembangan
anak-anak didesa ini. Ujiannya pun hanya bermodalkan kertas bekas yang kami
kumpulkan, yang sekiranya masih bisa dan layak untuk dipakai. Aku bersama
dengan 5 temanku iseng-iseng mengadakan ujian untuk anak didesa ini. Hasilnya
cukup memuaskan, banyak soal dari kami yang sudah bisa mereka kerjakan dengan
benar. Hanya perasaan senang yang bisa kami rasakan.
            Dikamar berukuran 3×3 ini aku
menulis diary keseharianku mengajar. Mulai dari hal yang paling menyenangkan
sampai hal yang paling menyedihkan, semua ada didalam tulisan ini. Aku mulai
senang menulis apapun yang menjadi pengalaman baruku sejak mengikuti komunitas
ini, karena menulis semua yang menjadi pengalamanku dapat menjadi sebuah jejak
bahwa aku pernah melakukan hal yang mengesankan dalam hidupku.
            Ada satu pengalaman yang menurutku
sangat mengesankan, dan itu terjadi ketika aku mengajar didesa terpencil ini.
Bahwa, kehidupan desa begitu menyenangkan, berbanding terbalik dengan kehidupan
kota yang selalu ramai dengan orang. Setiap hari hanya melihat tanaman gedung
yang menjulang tinggi, udara pengap dengan asap kendaraan dan suara bising dari
klakson mobil dan motor.
            Kehidupan desa memang sangat
sederhana, namun kehidupan desa mampu membawa ketenangan jiwa bagi yang
melihatnya. Mulai dari orangnya yang sangat ramah, suka berbagi sampai dengan
udara yang masih bersih tanpa banyak pencemeran. Semua kegiatan dilakukan dengan
bergotong royong. Dan penutup dari pengalaman yang paling mengesankan ini
adalah bahwa berbagi itu indah, meskipun hanya berbagi senyuman dengan
anak-anak didesa. Namun, itu semua cukup membayar letih yang kami terima.
Hmmm sudah jam 03.00 pagi, waktunya tidur. Sekian coretan ini aku
tuliskan, semoga menjadi kenangan yang tak terlupakan.


Pondok Pesantren Darunnun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp