Oleh: Sandy Ilham Firmansyah
Seperti yang kita ketahui bersama, sekarang kita sudah memasuki bulan rabi’ul awal yang mana bulan ini merupakan salah satu bulan yang istimewa walaupun tidak termasuk daripada empat bulan yang dimuliakan oleh allah swt. Bulan ini termasuk bulan yang istimewa karena baginda rasulullah yang menjadi rahmat bagi alam semesta dilahirkan pada bulan rabi’ul awal, pada umumnya masyarakat jawa menyebutnya dengan istilah bulan mulud. Masyarakat merayakan bulan maulid dengan bermacam macam tradisi sesuai dengan budaya masing masing daerah. Hal itu dilakukan sebagai wujud rasa syukur dan rasa kegembiraan terhadap lahirnya rasulullah saw.
Rasulullah sendiri memperingati hari lahirnya dengan melakukan puasa pada hari itu. Yang kita kenal dengan puasa senin. Walaupun demikian, ada saja golongan yang menolak dengan adanya peringatan maulid nabi dengan dalih bahwa memperingati kelahiran rasulullah tidak ada dalilnya dan tidak sepantasnya kita mengada ngada untuk mebgadakan peringatan hari lahir nabi muhammad saw.
Pada faktanya, tradisi maulid nabi yang berada ditengah tengah masyarakat sesungguhnya memiliki multi manfaat. Karena dengan memperingati lahirmya rasulullah, masyarakat dapat lebih mengerti apa apa saja kebenaran hakikat sejarah dan ketauladanan rasulullah. Dengan demikian, masyarakat bisa menjalankan syariat & sunnahnya dan mengikuti setiap ajarannya sebagai bukti cinta kita terhadap rasulullah. Lalu setelah tahu bahwa dengan kegiatan peringatan maulid nabi bisa membawa masyarakat ke arah positif, mengapa selalu disalahkan?
Lebih dari itu, muludan juga dapat menjadi momentum generasi pemuda untuk lebih mengenal figur rasulullah sehingga dapat meneladani akhlaknya, kegigihan dalam dakwah dan muamalahnya agar para generasi pemuda tidak salah dalam memilih idola sebagai panutan dalam kehidupan sehari hari. Dan sekarang bisa kita lihat betapa banyaknya majlis maulid yang dibawakan oleh para pemuda pemuda. Itu sebagai bukti bahwa peringatan maulid nabi bisa meminimalisir para pemuda untuk melakukakan hal hal yang negatif.








