Oleh: Saldi
Ku awali ceritaku di subuh hari sampai jelang siang pada tanggal 29 oktober 2019. bermula dari jam 3.40 an lah dini hari kalau tidak salah. waktu itu mungkin aku terlalu soudzon pada diriku, karena banyak godaan dari hawa nafsu untuk tidak melawannya rasa malas untuk bangun.
Bangun tidur terasa berat rasanya, pikiran melayang jauh kaki berat melangkah dan seolah mata ada bisiskan untuk tidak terbuka. dingin…dingin…dingin… itu bisikan yang datang dari telinga.
Tapi semua itu tidak ada daya kalai bukan ada rasa tanggung jawab dalam diri kepada amanah yang luar biasa yamg harus saya lakukan. amanah ini bukan mengikat tapi ketentuan untuk dikerjakan. namun apa daya, istiqomah yang sudah distrukturkan sangat berat rasanya untuk dikerjakan karena nafsu yang berkuasa. nafsu bisa dikontrol dengan paksaan untuk melawannya.
Kembali ke cerita awal, dari jam 3. 40 an tersebut mulai ku angkat seluruh anggota tubuh untuk tidak manja dalam berdiri. lalu jalan perlahan masuk wc dengan mendahulukan kaki kiri. di wc, terlebih dahulu membuang air kecil lalu wudhu. akan tetapi yang palng saya tidak sukai yaitu kadang selesai wudhu tiba-tiba perut tak bisa dikontrol dan kembung. pada akhirnya kentut, kentutnya bukan kentut yanh bunyinya kecil, tatapi kentut yang saya keluarkan keras tapi tidak bau. maka dilakukan lagi wudhu 2x.rasanya memang tidak enak, yah mau bilang apa kalau udah istiqomah perutnya seriap subuh.
Wudhu selsai, timbul masalah lagi. dimana masalah ini lumayan ada rasa sakitnya yakni terlambat masuk jamaah subuh. perasaan seperti terpukul dan seakan dalam hati berkata, “andaikan aku tidak bangun aja sampai pagi”. itu ibarat kata sebagai pelampiasan yang saya alami. akan tetapi, hal demikian kalimat itu seolah-olah menjadi penyesalan yang tak berujung ada jalan kecuali memperbaiki diri.
Ya, alhamdulillah penyesalan itu dapat sedikit saya tangkis dengan memaksa diri walaupun nafsu kadang diatas kadang di bawah. dan semoga saja jalan ini bisa diistiqomahkan. aamiin.








