Oleh: Saldi
Kadang kita mengatakan bahwa “jika manusia hidup tampa musik,
bagaikan jalan di gurun tampa air”. apakah demikian benar adanya?. tentu
kita juga berpikir demikian. Tapi perlu kita ketahui bahwa ada banyak tantangan dalam islam
mengenai musik yang boleh kita pergunakan atau yang halal untuk dipakai dan ada
juga yang haram. Sebagaimana Allah SWT. berfirman yang artinya: “Dan di antara
manusia ada orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk
menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan
Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.”
(QS. Lukman: 6).
bagaikan jalan di gurun tampa air”. apakah demikian benar adanya?. tentu
kita juga berpikir demikian. Tapi perlu kita ketahui bahwa ada banyak tantangan dalam islam
mengenai musik yang boleh kita pergunakan atau yang halal untuk dipakai dan ada
juga yang haram. Sebagaimana Allah SWT. berfirman yang artinya: “Dan di antara
manusia ada orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk
menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan
Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.”
(QS. Lukman: 6).
Dari dalil diatas ada beberapa pendapat ulama ulama dalam
menafsirkan hal demikian. sebagaimana dari ibnu katsir rahimakumullah
menjelaskan bahwasanya setelah Allah menceritakan tentang keadaan orang-orang
yang berbahagia dalam ayat 1-5, yaitu orang-orang yang mendapat petunjuk dari
firman Allah (Al-Qur’an) dan mereka merasa menikmati dan mendapatkan manfaat dari
bacaan Al-Qur’an, lalu Allah Jalla Jalaaluh menceritakan dalam ayat 6 ini
tentang orang-orang yang sengsara, yang mereka ini berpaling dari mendengarkan
Al-Qur’an dan berbalik arah menuju nyanyian dan musik.
menafsirkan hal demikian. sebagaimana dari ibnu katsir rahimakumullah
menjelaskan bahwasanya setelah Allah menceritakan tentang keadaan orang-orang
yang berbahagia dalam ayat 1-5, yaitu orang-orang yang mendapat petunjuk dari
firman Allah (Al-Qur’an) dan mereka merasa menikmati dan mendapatkan manfaat dari
bacaan Al-Qur’an, lalu Allah Jalla Jalaaluh menceritakan dalam ayat 6 ini
tentang orang-orang yang sengsara, yang mereka ini berpaling dari mendengarkan
Al-Qur’an dan berbalik arah menuju nyanyian dan musik.
Kemudian kita perlu sedikit berfikir bahwa musik yang mungkin
diharamkan oleh Allah SWT. ialah musik yang tidak ada nilai faedahnya atau tak
ada gunanya bagi manusia untuk memperoleh pahala darinya lagu itu. Sebagaimana
hadits nabi yang berbunyi;
diharamkan oleh Allah SWT. ialah musik yang tidak ada nilai faedahnya atau tak
ada gunanya bagi manusia untuk memperoleh pahala darinya lagu itu. Sebagaimana
hadits nabi yang berbunyi;
إني لم أنه عن
البكاء ولكني نهيت عن صوتين أحمقين فاجرين : صوت عند نغمة لهو ولعب ومزامير
الشيطان وصوت عند مصيبة لطم وجوه وشق جيوب ورنة شيطان
البكاء ولكني نهيت عن صوتين أحمقين فاجرين : صوت عند نغمة لهو ولعب ومزامير
الشيطان وصوت عند مصيبة لطم وجوه وشق جيوب ورنة شيطان
“Aku tidak melarang kalian menangis. Namun, yang aku larang
adalah dua suara yang bodoh dan maksiat; suara di saat nyanyian
hiburan/kesenangan, permainan dan lagu-lagu setan, serta suara ketika terjadi
musibah, menampar wajah, merobek baju, dan jeritan setan.”
adalah dua suara yang bodoh dan maksiat; suara di saat nyanyian
hiburan/kesenangan, permainan dan lagu-lagu setan, serta suara ketika terjadi
musibah, menampar wajah, merobek baju, dan jeritan setan.”
Kupitan hadits diatas, jika kita teliti lebih dalam dari kata perkata.
maka dari musik yang diharamkan ialah musik hanya hiburan semata. Musik yang hanya hiburan semata adalah musik yang tidak ada nilai
faedah yang diambil dan daapt dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
melainkan music atau nyanyian yang dianjurkan adalah music yang didalamnya nada
syair sholawat nabi ataupun sejenisnya. maka hal demikian, music yang mesti
kita lantunkan untuk menemani kesepian ataupun sejenisnya ialah musik yang
mengandung syair-syair islami.
maka dari musik yang diharamkan ialah musik hanya hiburan semata. Musik yang hanya hiburan semata adalah musik yang tidak ada nilai
faedah yang diambil dan daapt dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
melainkan music atau nyanyian yang dianjurkan adalah music yang didalamnya nada
syair sholawat nabi ataupun sejenisnya. maka hal demikian, music yang mesti
kita lantunkan untuk menemani kesepian ataupun sejenisnya ialah musik yang
mengandung syair-syair islami.








