Oleh: Siti Khoirun Niswah
Selesai
menghadiri undangan pernikahan, ku akan kembali ke Kota Malang. Sedari rumah,
ku melihat tiket kereta dan baru teringat ternyata ku tidak mendapatkan tempat
duduk ketika naik kereta api. Ku berfikir berarti ketika naik kereta ku berdiri
selama kurang lebih 3,5 jam. Dalam hati sudah membayangkan betapa lelahnya
berdiri di dalam kereta api. Beberapa jam kemudian ku menengok jam dinding
telah menunjukkan pukul 12.00 wib,segera ku bergegas, bersiap-siap dan
berangkat ke stasiun. Tiba di stasiun ku mengamati banyak penumpang di teras
stasiun yabg sedang menunggu kedatangan kereta api. Cuaca di kota Tulungagung
sangat panas sekali. Hingga tenggorokan bagaikan telaga kering yang tidak
berisi air. Setelah beberap menit menunggu kereta, akhirnya kereta telah tiba
dan kekhawatiranku beradu. Kuatkah ku melampaui perjalanan dari Tulungagung ke
Malang berdiri di dalam kereta api? Hehe sedikit alay. Ku berkata demikian
sebab sebelumnya ku pernah mempunyai pengalaman yang tidak menyenangkan.
Berdiri di dalam bus dari Kediri menuju ke Malang, hingga di tengah perjalanan
ku pingsan di dalam bus, kira-kita hal itu terjadi sekitar semester 5. Hal itu
membuah ku sangat trauma dari sekarang.
menghadiri undangan pernikahan, ku akan kembali ke Kota Malang. Sedari rumah,
ku melihat tiket kereta dan baru teringat ternyata ku tidak mendapatkan tempat
duduk ketika naik kereta api. Ku berfikir berarti ketika naik kereta ku berdiri
selama kurang lebih 3,5 jam. Dalam hati sudah membayangkan betapa lelahnya
berdiri di dalam kereta api. Beberapa jam kemudian ku menengok jam dinding
telah menunjukkan pukul 12.00 wib,segera ku bergegas, bersiap-siap dan
berangkat ke stasiun. Tiba di stasiun ku mengamati banyak penumpang di teras
stasiun yabg sedang menunggu kedatangan kereta api. Cuaca di kota Tulungagung
sangat panas sekali. Hingga tenggorokan bagaikan telaga kering yang tidak
berisi air. Setelah beberap menit menunggu kereta, akhirnya kereta telah tiba
dan kekhawatiranku beradu. Kuatkah ku melampaui perjalanan dari Tulungagung ke
Malang berdiri di dalam kereta api? Hehe sedikit alay. Ku berkata demikian
sebab sebelumnya ku pernah mempunyai pengalaman yang tidak menyenangkan.
Berdiri di dalam bus dari Kediri menuju ke Malang, hingga di tengah perjalanan
ku pingsan di dalam bus, kira-kita hal itu terjadi sekitar semester 5. Hal itu
membuah ku sangat trauma dari sekarang.
Ketika
kereta berhenti, ku mengengok-menengok gerbong mana yang kosong, sembari
temanku yaitu Sholihah berusaha menenangkan ku. Akhirnya kita tepat masuk ke
gerbong 1. Didalamnya ada kursi kosong 2 yang awalnya di duduki oleh keluarga
bahagia yang berisikan ayah, ibu dan dua orang anak, Alhamdulillah dapat tempat
duduk.hehe
kereta berhenti, ku mengengok-menengok gerbong mana yang kosong, sembari
temanku yaitu Sholihah berusaha menenangkan ku. Akhirnya kita tepat masuk ke
gerbong 1. Didalamnya ada kursi kosong 2 yang awalnya di duduki oleh keluarga
bahagia yang berisikan ayah, ibu dan dua orang anak, Alhamdulillah dapat tempat
duduk.hehe
Beberapa
menit kemudian kereta api akan berhenti di stasiun Talun. Kekhawatiran ku
muncul kembali, sembari ku membaca sholawat semoga tempat duduk yang ku tempati
tidak ada yang menempati sampai kita sampai di Malang. Eh, ternyata ada seorang
pemuda yang ternyata menempati tempat kami. Seraya dia berkata “
menit kemudian kereta api akan berhenti di stasiun Talun. Kekhawatiran ku
muncul kembali, sembari ku membaca sholawat semoga tempat duduk yang ku tempati
tidak ada yang menempati sampai kita sampai di Malang. Eh, ternyata ada seorang
pemuda yang ternyata menempati tempat kami. Seraya dia berkata “
tidak
apa-apa mbak tempati saja, dua kursi ini sudah saya bayar”. Ku berpikir,
apakah itu hanya halu ku, ataukan pemuda tersebut telah membeli tiket dobel
ternyata temannya tidak jadi pergi?
Wallahu a’lam. Akhirnya kita duduk ditempat sampai melewati beberapa stasiun.
Hati
ku masih berbincang,terasa tidak begitu percaya dengan hal itu, apakah ini
berkahnya dari sholawat atau bagaimana. Akhirnya ku menanyakan pada temanku
melalui via whatsApp. Ternyata dia juga mendengarkan bahwa kursi yang kita
tempati telah dibeli oleh pemuda itu. Oh, baik sekali. Alhamdulillah..
ku masih berbincang,terasa tidak begitu percaya dengan hal itu, apakah ini
berkahnya dari sholawat atau bagaimana. Akhirnya ku menanyakan pada temanku
melalui via whatsApp. Ternyata dia juga mendengarkan bahwa kursi yang kita
tempati telah dibeli oleh pemuda itu. Oh, baik sekali. Alhamdulillah..








