Wong Ada Mau-nya

sumber: pribadi


Oleh : Moh. Rizal


Warung pecel

Napak tilas perserikatan parasit

Bak aktor romansa papan atas

Menjalin mesra lakon satria piningit

Kenapa warung pecel?

Kenapa tidak?

Pertanyaan yang entah dari mana

Jawabnya tegas, tanpa kami tanya

Sudahlah, cukup angap kami ini bodoh

Lakonmu terpampang, sebagai bahan candaan

Sebenarnya siapa yang bodoh?

Tuan, puan atau kami?, 

Bersolek apik depan kamera

Bersiap lama tuk sandiwara, menghapal peran

Sabar, setia kami menunggu

Wajar, sandiwara tuk 5 tahun kedepan

Satu, duaa …

Eh, eh, belum tiga kok sudah bergaya?

Tunggu, ikutilah aba-aba

Sekadar tukang kamera masih tak mau tuan, puan dengar?

Tigaa!!!

Lakon berjalan, seolah terbiasa bermain peran

Sekarang mau jadi apa?

Wong cilik, jawabnya tegas

“Eh bentar ulang!” 

Interupsimu puluhan kali memotong adegan 

“Kenapa lagi tuan, puan, kami capek”

“Maaf, masih ngehapal peran”


Pondok Pesantren Darun Nun Malang

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp