
Oleh: A. Adib Dzulfahmi
Literasi merupakan keterampilan mendasar yang menjadi landasan pengembangan kualitas manusia untuk menopang peradaban. Di era globalisasi dan digitalisasi, literasi tidak hanya mencakup kemampuan membaca dan menulis tetapi juga kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan menerapkan informasi secara efektif.
Tingkat Literasi Masyarakat Indonesia dari Anak-Anak hingga Dewasa
Hasil PISA 2022 yang melibatkan 81 negara mengungkapkan lemahnya keterampilan berpikir tingkat tinggi di kalangan siswa Indonesia. Dalam laporan tersebut, Indonesia menempati peringkat ke-70 dalam matematika dengan skor 366, ke-69 dalam sains dengan skor 383, dan ke-71 dalam membaca dengan skor 359.
PISA adalah kepanjangan dari Programme for International Student Assessment, sebuah program untuk mengevaluasi dan mengukur tingkat kemampuan siswa (dibawah 15 tahun) di bidang membaca, matematika, dan sains dalam skala internasional. PISA berada dibawah naungan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang juga memiliki program untuk mengukur literasi para orang dewasa. Program tersebut yaitu PIAAC, singkatan dari Programme for the International Assessment of Adult Competencies.
Hasil dari PIAAC menunjukkan bahwa masyarakat dewasa Indonesia memiliki tingkat literasi yang rendah pula. Mayoritas warga Indonesia dengan umur siap kerja berada pada level 1 atau di bawahnya dalam hal literasi, numerasi, dan pemecahan masalah. Apalagi di zaman dan lingkungan yang kaya informasi dan teknologi saat ini. Hal ini menggambarkan bahwa para orang dewasa di Indonesia tidak sepenuhnya bisa mendapatkan, memilah, mengolah dan merepresentasikan kembali informasi dengan benar.
Skor literasi yang rendah di seluruh kalangan (anak-anak dan dewasa) menunjukkan adanya krisis literasi di Indonesia. Hal ini pasti memengaruhi hampir segala aspek didalam lingkungan masyarakat dan kemajuan peradaban bangsa. Maka perlu perbaikan mendasar dan mengakar pada aspek pendidikan dan lingkungan masyarakat Indonesia yang dapat menjadi problem-solving.
Hobi : Memelihara Kebodohan
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh We Are Social di awal 2024 terdapat sekitar 185,3 juta penduduk Indonesia (66,5 %) merupakan pengguna internet. Dan durasi rata-rata penggunaan Internet orang Indonesia adalah lebih dari 7 jam untuk setiap harinya. Durasi yang cukup tinggi jika dipertimbangkan dengan tingkat literasi yang rendah, ironi.

Internet adalah pusat dimana informasi dapat didapatkan sepenuhnya, baik informasi yang benar ataupun informasi yang salah. Oleh karena itu, diperlukan literasi digital yang baik bagi para penggunaan internet atau alat sumber informasi digital apapun. literasi digital adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan menciptakan informasi melalui teknologi digital secara bijak, etis, dan bertanggung jawab sehingga bisa memilah informasi yang didapat melalui internet dengan baik.
Ketidakmampuan untuk menyaring dan menganalisis informasi secara kritis membuat masyarakat Indonesia sangat rentan terhadap berita palsu dan informasi yang menyesatkan. Penyebaran informasi palsu merupakan masalah serius di Indonesia, terutama selama masa pemilu dan pandemi COVID-19 lalu. Banyak orang menjadi korban berita yang tidak terverifikasi, yang menyebabkan pengambilan keputusan yang tidak bijaksana. Hal ini mencerminkan rendahnya tingkat literasi kritis dan digital di masyarakat.
Terlebih lagi, konsumsi hiburan dan informasi sensasional seperti gosip selebriti dan drama media sosial sering kali mengaburkan konten edukasi. Hingga sering kali didengar bahwa pendapat ‘influencer’ lebih banyak dipercayai daripada pendapat ‘akademisi’. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun akses terhadap informasi sudah meluas, masyarakat belum mengoptimalkan kesempatan untuk memperdalam pengetahuannya. Konsumsi konten berkualitas rendah memengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat, yang sering kali mengakibatkan kegiatan dan waktu yang terbuang tanpa memperoleh manfaat yang berarti. Akibatnya pula, masyarakat Indonesia sangat mudah untuk ‘diakali’ atau termakan hoax (berita palsu).
Sumber:
OECD (2023), PISA 2022 Results (Volume I): The State of Learning and Equity in Education, PISA, OECD Publishing, Paris, https://doi.org/10.1787/53f23881-en.
OECD (2021), The Assessment Frameworks for Cycle 2 of the Programme for the International Assessment of Adult Competencies, OECD Skills Studies, OECD Publishing, Paris, https://doi.org/10.1787/4bc2342d-en.
OECD (2024), Survey of Adult Skills – Reader’s Companion, OECD Skills Studies, OECD Publishing, Paris, https://doi.org/10.1787/3639d1e2-en.
We Are Social & Meltwater. Digital 2024 : The Essential Guide to the Latest Connected Behaviours In Indonesia. We Are Social, 2024, https://wearesocial.com/id/blog/2024/01/digital-2024.






satu Respon