Merajut Ukhuwah dan Ilmu – STAI DUBA Pamekasan Studi Banding ke Darun Nun

Malang, 23 Agustus 2025 – Ilmu adalah cahaya, dan perjalanan mencari ilmu adalah bentuk nyata dari semangat perubahan. Dalam semangat itulah, kegiatan STUBA (Studi Banding) oleh STAI DUBA (Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum Banyuanyar) Pamekasan dilaksanakan sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kualitas akademik dan penguatan wawasan kebangsaan. Bertempat di aula blok F Pondok Pesantren Darun Nun, acara ini menjadi ruang pertemuan antara ide dan inspirasi, antara pengalaman dan pembelajaran. Mahasiswa dan dosen dari STAI DUBA hadir dengan semangat yang menyala, membawa harapan dan semangat kolaborasi yang kuat. Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa.

STUBA adalah wujud nyata dari ikhtiar membangun jembatan ilmu, mengaitkan antar lembaga untuk saling memperkuat, saling menginspirasi, dan saling belajar. Dalam forum yang hangat dan penuh semangat itu, dialog terbuka, diskusi akademik, serta pemaparan program unggulan menjadi titik temu yang memperkaya perspektif semua pihak. STUBA bukan hanya tentang melihat, tetapi tentang memahami. Bukan hanya tentang datang, tetapi tentang tumbuh bersama.

Acara diawali dengan pemaparan dan pengenalan Pondok Pesantren Darun Nun oleh Abi Halimi Zuhdy, M.Pd., M.A., yang mengisahkan perjalanan awal berdirinya pondok hingga proses penamaan Darun Nun itu sendiri. Dalam penyampaiannya, beliau juga menguraikan berbagai kegiatan utama yang dijalankan oleh para Mahasantri Darun Nun, mulai dari aktivitas keilmuan hingga program pengembangan diri yang berfokus pada berbahasa dan berkarya, sesuai dengan semangat dan motto pondok.

Sebagai bagian dari institusi pendidikan Islam, STAI DUBA Pamekasan berada dalam naungan dan satu tingkatan dengan Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar. Para peserta yang hadir bukan hanya berstatus sebagai mahasiswi, namun juga sebagai mahasantri membawa identitas ganda yang memperkuat ruh keilmuan dan spiritualitas dalam diri mereka.

Acara kemudian berlanjut ke sesi sharing dan diskusi interaktif antara STAI DUBA Pamekasan dan Darun Nun. Suasana berlangsung hangat dan akrab. Tiga pertanyaan diajukan oleh mahasiswi/mahasantri STAI DUBA, yang mencerminkan ketertarikan mereka terhadap sistem yang berjalan di Darun Nun. Pertanyaan-pertanyaan tersebut meliputi:

  1. Bagaimana struktur organisasi di Pondok Darun Nun?
  2. Apakah ada dampak nyata dari program berbahasa dan berkarya bagi para mahasantri, mengingat kami sendiri masih berstatus mahasiswi?
  3. Apa saja syarat dan batasan usia untuk bisa masuk ke Pondok Pesantren Darun Nun?

Semua pertanyaan dijawab dengan lugas dan tuntas. Pihak Darun Nun menjelaskan bahwa fokus utama pondok adalah membentuk generasi produktif yang mampu mengekspresikan diri melalui karya dan bahasa, baik secara lisan maupun tulisan. Struktur organisasi pun dirancang inklusif dan mendukung program-program unggulan yang memperkuat karakter dan intelektualitas santri.

Setelah sesi tanya-jawab dari STAI DUBA, giliran mahasantri Darun Nun yang mengajukan pertanyaan. Salah satunya adalah Hanifia Laila Harisi, yang bertanya tentang sistem dan program unggulan yang diterapkan di Pondok Darul Ulum Banyuanyar, khususnya dalam bidang bahasa dan karya tulis. Pertanyaan ini membuka perspektif baru dan memperluas cakrawala pemahaman antar dua lembaga.

Sesi sharing pun ditutup dengan penuh antusias dan rasa syukur. Acara diakhiri dengan foto bersama, diiringi pekikan jargon gabungan yang menggambarkan semangat kolaborasi dan persaudaraan antara ketiga entitas besar:
STAI DUBA Pamekasan, Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, dan Pondok Pesantren Darun Nun.

📣 “Salam Mahasiswi, Salam! Salam Mahasantri, Innallaha ma’ana × Darun Nun, wal Qalami wa ma yasturun!”

Sebuah pertemuan yang bukan hanya mempertemukan dua tempat, tapi juga menyatukan semangat perjuangan dan cita-cita dalam dunia pendidikan dan pesantren.

Pewarta: Zid-li Auliyana Luthfillah

Pondok Pesantren Darun Nun

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp