Sejarah Ilmu Balaghah dan Perkembangannya

oleh: Akhmad Zamzami

Munculnya ilmu Balaghoh dimulai sejak masa pra-islam atau disebut zaman jahiliyyah, pengetahuan orang Arab tentang Balāgah pada dasarnya telah menjadi karakter, sifat, dan bahkan fitrah mereka terlebih dengan tersedianya aswāq adabiyyah (pasar sastra) sebagai wadah untuk mengekspresikan kemampuan sastra yang dimiliki.

Bangsa Arab sebelum datangnya Islam telah dikenal dengan keindahan syair-syairnya. Namun bangsa Arab pada saat itu belum memiliki suatu kajian baku terhadap gaya bahasa maupun sastra atau balaghah. Bangsa Arab tidak hanya membanggakan keindahan bahasa dan sastra dalam syairnya, tetapi juga fashohahnya, hal ini berimplikasi pada adanya kompetisi diantara masyarakat Arab. Terdapat pasar seni yang terkenal di Arab pada zaman itu yakni pasar Majnah yang terletak diantara Mekkah dan Zahran, pasar Ukadz yang ada di Makkah, Zahran, dan pasar Dul Majaz yang terletak diantara Mekkah dan Mina.

Pada masa Dinasti Umayyah

pada masa ini, puisi dan prosa berkembang sangat pesat, para penyair dan utusan pun berlomba-lomba untuk adu kemampuan dalam karya sastra dengan mengikuti lomba. Dari hal tersebut munculah pasar al-Kunasah di kota Kufah dan pasar al-Mirbad di kota Bashrah, pasar ini sebagai tempat mepertunjukkan karya sastra kepada masyarakat umum.

Pada masa ini perkembangan syair lebih dominan dari pada khitobah. Kondisi ini disebabkan karena munculnya aliran fanatisme yang menggunakan syair untuk memuji kelompoknya, dan mencela lawannya. Fenomena ini juga diperkuat dengan adanya dukungan dari penguasa pada zaman itu untuk menyelenggarakan lomba syair, dan yang terbaik akan mendapat hadiah. Pada masa ini lahir da’i-da’i terkenal seperti Ziyad dan al-Hajjaj yang berdakwah tentang politik, Sahban Wail yang berdakwah tentang pesta dan peringatan, Gaelan al-Dimsyiqi, Hasan al-bishri, dan Wasil bin Atho, yang berkhotbah tentang nasehat.

Pada masa Dinasti Abbasyiyah

pada masa ini ilmu Balaghoh berkembang dengan cepat, juga pada zaman ilmu tersebut menjadi cabang keilmuan bahasa Arab yang sudah terdefinisi dan tertata dengan baik dan rapi. Ada beberapa faktor yang menyebabkan majunya keilmuan balaghoh, seperti berkembangnya logika dan kehidupan masyarakat pada masa itu. Juga terdapat faktor lain, yakni terdapat dua pengajar yang mengajar pada konsentrasi  ilmu yang berbeda, kelompok pertama berfokus kepada bahasa dan puisi. Kelompok kedua berfokus pada pengajaran pidato, pembuatan hukum dalil, debat, dan pendalaman ta’bir.

Perkembangan yang sangat pesat tersebut disebabkan oleh ulama’-ulama’ pada zaman itu, salah satunya Al-Jurjani, tokoh maestro linguis Bahasa Arab dengan dua karya monumentalnya yang berjudul Asrar Balaghah dan Dalail al-I’jaz. . Fakhru al-Razi dan Zamakhsyari memberikan kesan dan apresiasi yang sangat baik terhadap dua karya monumental al-Jurjani, mereka berdua mengatakan bahwa keilmuan balaghoh telah sempurna pada kedua karya imam Al-Jurjani.

Fase awal dari berkembangnya ilmu balaghoh tersebut disebut dengan masa Al-Mutaqaddimin. Pada masa ini kajian ilmu balaghah menerima masukan dari banyak bidang kajian keilmuan Islam. Seperti dari ilmu sharaf, ilmu nahwu, ilmu al-qira’at, fiqh al-lughah, ilmu kalam, ilmu tafsir dan Ushul. Cabang keilmuan yang paling banyak berkontribusi dalam perkembangannya adalah ilmu Nahwu, dan  juga terdapat fakta bahwa kajian tentang sejarah balaghah baik dari perkembangan maupun pertumbuhannya di pegang oleh ulama balaghah yang berasal dari orang ajam (bukan orang Arab asli). Perkembangan ilmu Balaghoh mencapai puncaknya pada zaman Abdul Qahir al-Jurjani pada abad 5-H.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp