Al-Qur’an, Sastra, dan Peran Bahasa Quraisy


Oleh: Ahmad Mumtaaz

Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa tertua di dunia yang memiliki
kekayaan ekspresi dan keindahan sastra yang luar biasa. Namun, jauh sebelum
datangnya Islam, bangsa Arab telah mengenal bentuk-bentuk sastra yang hidup melalui
syair, khutbah, hikmah, dan peribahasa. Tradisi sastra ini mencapai puncaknya di masa
jahiliyah, di mana kemampuan berbahasa dan kefasihan berbicara menjadi ukuran
kehormatan seseorang. Dari berbagai dialek yang digunakan oleh suku-suku Arab,
dialek Quraisy menempati posisi tertinggi dan paling berpengaruh, hingga akhirnya
menjadi bahasa yang dipilih oleh Allah untuk menurunkan Al-Qur’an.

Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Quraisy, yang pada masa itu telah menjadi
bahasa utama dan paling dominan di Jazirah Arab. Tidaklah mengherankan jika seluruh
bangsa Arab dapat memahami Al-Qur’an dan merasakan keindahan bahasa serta
kedalaman maknanya. Hal ini karena bahasa Quraisy telah mengalahkan berbagai
dialek Arab lainnya dan diakui sebagai bahasa sastra yang digunakan secara luas oleh
seluruh suku. Keunggulan ini tidak muncul secara kebetulan, melainkan hasil dari posisi
geografis dan sosial suku Quraisy yang strategis. Kota Makkah, tempat suku Quraisy
bermukim, merupakan pusat perdagangan, kebudayaan, dan pertemuan antar kabilah
Arab. Dengan demikian, dialek Quraisy lambat laun menjadi bahasa penghubung di
antara berbagai suku yang beragam.

Peninggalan-peninggalan sastra masa jahiliyah seperti puisi, pidato, dan
peribahasa juga ditulis dalam bahasa Quraisy. Hal ini sangat wajar karena pada abad
kelima hingga keenam Masehi, dialek Quraisy sudah menjadi bahasa yang paling
umum digunakan dalam bidang sastra. Bahkan, akan tampak aneh jika ada karya
sastra pada masa itu yang menggunakan bahasa lain, sebab secara alamiah bahasa
yang kuat secara sosial dan budaya akan menggantikan bahasa-bahasa lain di
sekitarnya. Bahasa Quraisy menjadi simbol kemajuan peradaban Arab kala itu.
Namun, pembahasan mengenai keaslian dan validitas karya sastra jahiliyah
bukanlah fokus utama kajian ini, sebab hal tersebut lebih cocok dikaji dalam ruang
lingkup kritik sastra dan penelitian linguistik. Fokus utama di sini adalah memahami
bagaimana posisi Quraisy dalam membentuk dasar bahasa Arab modern dan perannya
dalam sejarah perkembangan sastra Arab.

Ketika Rasulullah ﷺ lahir, Makkah telah menjadi kota yang makmur dan dihuni
oleh suku Quraisy, keturunan Arab musta‘ribah (Arab pendatang yang telah berbaur
dengan penduduk asli). Dukungan dari berbagai persekutuan kabilah seperti Hilf al-
Fudhul semakin memperkuat pengaruh Quraisy, baik secara politik, ekonomi, maupun
budaya. Bahasa Quraisy pun menjadi bahasa yang paling banyak digunakan di seluruh

Jazirah Arab, bukan hanya karena kekuatan ekonomi Quraisy, tetapi juga karena peran
mereka sebagai penjaga Ka‘bah dan tuan rumah bagi para peziarah dari berbagai
daerah. Ketika Al-Qur’an diturunkan, kehadirannya tidak hanya membawa perubahan
dalam aspek keagamaan dan moral, tetapi juga memberi dampak besar terhadap
perkembangan bahasa dan sastra Arab. Gaya bahasanya yang luar biasa, keindahan
retorikanya, serta struktur kalimatnya yang sempurna menjadikan Al-Qur’an sebagai
mahakarya sastra tertinggi dalam sejarah Arab. Melalui Al-Qur’an, bahasa Quraisy tidak
hanya bertahan, tetapi juga menjadi standar utama dalam pembentukan bahasa Arab
fushah (baku).

Kosakata, pelafalan, dan struktur kalimat dalam dialek Quraisy menjadi fondasi
utama bahasa Arab modern. Dari situlah lahir kekayaan ekspresi dan nilai-nilai estetika
yang hingga kini masih dijadikan acuan dalam karya sastra Arab. Dengan demikian,
dapat disimpulkan bahwa peran bahasa Quraisy bukan hanya sebagai sarana
penyampai wahyu, tetapi juga sebagai warisan budaya yang membentuk peradaban
Arab-Islam. Dialek Quraisy menjadi cerminan budaya, keanggunan, dan kecerdasan
bangsa Arab yang mempersiapkan mereka menerima risalah agung Al-Qur’an.

 

Pondok Pesantren Darun Nun

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp