Liburan Tak Sekadar Bermain, Puluhan Anak dari Berbagai Kota Padati Holiday Pesantren Darun Nun: Pulang Bawa Karya, Bukan Hanya Kenangan
Malang – Suasana Pondok Pesantren Darun Nun Malang tampak berbeda pada Senin (22/6/2026). Sejak pagi hari, ratusan orang memadati area pesantren untuk mengikuti pembukaan Holiday Pesantren for Kids #4, sebuah program liburan edukatif yang memadukan pembinaan karakter, keagamaan, literasi, bahasa, dan kreativitas anak. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari dengan beragam agenda yang dirancang khusus untuk anak-anak.
Tidak hanya diikuti para santri peserta, acara pembukaan juga dihadiri oleh para orang tua dan wali santri yang datang dari berbagai daerah, di antaranya Jember, Bangkalan, Jombang, Pasuruan, Surabaya, serta sejumlah kota lainnya di Jawa Timur.
Antusiasme peserta terlihat sejak proses registrasi hingga pembukaan resmi kegiatan. Banyak orang tua mengaku sengaja mengantar langsung putra-putri mereka karena melihat Holiday Pesantren Darun Nun sebagai alternatif liburan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat pendidikan karakter dan pengembangan bakat.
Dalam sambutannya, Pengasuh Pondok Pesantren Darun Nun, Dr. KH. Halimi Zuhdy, M.Pd., M.A., menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan tim publikasi yang turut menyebarluaskan informasi kegiatan sehingga mampu menjangkau masyarakat dari berbagai daerah.
“Saya mengapresiasi panitia yang ikut menyiarkan dan mengenalkan Holiday Pesantren ini kepada masyarakat. Alhamdulillah, tahun ini pesertanya semakin banyak dan berasal dari berbagai kota,” ujarnya.
Menurutnya, Holiday Pesantren Darun Nun memiliki konsep yang berbeda dibandingkan program liburan pada umumnya. Selain mendapatkan pengalaman belajar agama, bahasa, dan karakter, para peserta juga didorong untuk menghasilkan karya nyata selama mengikuti kegiatan.
“Yang membedakan Holiday Pesantren ini adalah setiap peserta tidak hanya pulang membawa pengalaman dan kenangan, tetapi juga membawa karya. Mereka belajar menulis, berlatih menuangkan ide, dan insyaallah memiliki hasil karya berupa tulisan, buku sederhana, puisi, atau karya kreatif lainnya,” terang KH. Halimi Zuhdy.
Selama kegiatan berlangsung, peserta akan mengikuti berbagai materi menarik seperti Islamic Character Building, Bahasa Arab itu Mudah dan Asyik, Asyiknya Belajar Bahasa Inggris, Aku Ingin Jadi Penulis Cilik, Menulis Itu Hebat, Sirah Nabawiyah, hingga berbagai aktivitas kreatif dan edukatif lainnya. Selain itu, peserta juga dibiasakan dengan kegiatan kepesantrenan seperti tahsin, tahfidz, shalat berjamaah, qiyamul lail, serta pembelajaran kitab kuning.
Salah satu wali santri yang hadir mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut.
“Saya senang sekali bisa memasukkan anak saya ke Holiday Pesantren. Selain liburan, anak saya juga belajar banyak hal. Ini seperti liburan sambil mencari ilmu. Harapan kami, setelah mengikuti program ini anak semakin mencintai pesantren, sehingga suatu saat jika mondok bisa lebih siap dan lebih kerasan,” tuturnya.
Program Holiday Pesantren Darun Nun selama beberapa tahun terakhir memang menjadi magnet tersendiri bagi para orang tua yang menginginkan anak-anaknya menikmati masa liburan dengan aktivitas yang produktif, menyenangkan, sekaligus membangun karakter.
Di tengah maraknya liburan yang identik dengan wisata dan hiburan semata, Holiday Pesantren Darun Nun menghadirkan konsep berbeda: liburan yang melahirkan pengalaman, ilmu, persahabatan, dan karya.
Tidak berlebihan jika program ini menjadi salah satu model pendidikan liburan yang semakin diminati masyarakat dari berbagai daerah.







