MALANG – Pondok Pesantren Darun Nun turut berpartisipasi dalam kegiatan Seminar Nasional Pendidikan Agama Islam (PAI) 2026 yang diselenggarakan pada Rabu, 6 Mei 2026 di Lecture Hall GKB A20 Lantai 9, Universitas Negeri Malang (UM).

Seminar nasional ini mengangkat tema “Peran Pendidikan Islam dalam Menciptakan Lingkungan Pendidikan Bebas Kekerasan dan Ramah Anak”. Kegiatan ini dihadiri oleh akademisi, praktisi pendidikan, mahasiswa, serta berbagai lembaga pendidikan Islam yang memiliki perhatian terhadap isu perlindungan anak dan pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan.
Acara dibuka dengan sambutan dari Penanggung Jawab Pelaksana kegiatan, dilanjutkan sambutan oleh Wakil Rektor IV Universitas Negeri Malang yang menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman serta ramah anak.
Pada sesi seminar, peserta memperoleh pemaparan materi dari tiga narasumber dengan perspektif yang saling melengkapi.

Pemateri pertama, Prof. Phil. Sahiron, selaku Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, menyampaikan materi mengenai pencegahan kekerasan seksual dari perspektif agama. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya nilai-nilai keagamaan, penguatan akhlak, serta sistem pendidikan yang berlandaskan penghormatan terhadap martabat manusia sebagai upaya preventif terhadap kekerasan seksual.
Selanjutnya, Dr. Lucky Endrawati, S.H., M.H., selaku Satgas PPKS Universitas Brawijaya, memaparkan isu kekerasan seksual dari perspektif hukum, khususnya hukum pidana. Beliau menjelaskan pentingnya pemahaman regulasi, mekanisme pelaporan, perlindungan korban, serta penegakan hukum sebagai bentuk respons terhadap kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.
Pemateri terakhir, Prof. Muslihati, S.Ag., M.Pd., Guru Besar Bimbingan dan Konseling Multibudaya Universitas Negeri Malang, menyampaikan materi terkait pencegahan kekerasan seksual melalui pendekatan psikologi dan nilai-nilai Islam. Beliau menyoroti pentingnya kesehatan mental, pendidikan karakter, komunikasi sehat, serta lingkungan suportif dalam membangun budaya anti-kekerasan.
Selama kegiatan berlangsung, delegasi Pondok Pesantren Darun Nun mengikuti rangkaian acara dengan antusias, termasuk sesi diskusi dan tanya jawab bersama narasumber. Keikutsertaan dalam seminar ini menjadi bentuk komitmen pesantren untuk terus memperluas wawasan serta meningkatkan kepedulian terhadap isu-isu kontemporer dalam pendidikan Islam.
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Darun Nun diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai pendidikan Islam yang humanis, aman, dan ramah anak dalam kehidupan pesantren maupun masyarakat luas.
Acara ditutup dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta dan narasumber sebagai simbol komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan pendidikan bebas kekerasan.






