MALANG – Pondok Pesantren (Ponpes) Darun Nun Malang resmi membuka rangkaian kegiatan “Holiday Pesantren” pada Senin (22/6) pagi. Mengusung atmosfer penuh keceriaan, program khusus ini dirancang untuk membekali para santri dengan nilai-nilai kemandirian dan penguatan karakter islami selama masa liburan.
Setelah prosesi pembukaan selesai, seluruh santri diarahkan menuju Aula utama untuk melaksanakan ibadah Shalat Dhuha secara berjemaah. Guna menjaga ketertiban, penempatan saf ibadah dibagi menjadi dua: santri putra menempati Aula Lantai 2, sementara santri putri menempati Aula Lantai 1.
Meneladani Akhlak Uwais Al-Qarni
Rangkaian materi hari pertama diawali dengan sesi pembekalan mengenai pentingnya menjaga akhlak mulia. Materi ini disampaikan langsung oleh Sayyidahtul Khofsoh, atau yang akrab disapa Ummah oleh para santri.
Dalam pemaparannya, Ummah menekankan bahwa akhlak adalah fondasi utama seorang muslim. Beliau mengilustrasikannya melalui kisah inspiratif Uwais Al-Qarni, sosok pemuda yang sangat berbakti kepada orang tuanya.
“Bukti nyata bakti Uwais Al-Qarni adalah ketaatan dan keikhlasannya saat menggendong sang ibu menempuh perjalanan jauh demi menunaikan ibadah haji ke Kota Makkah,” ujar Ummah di hadapan para santri.
Suasana interaktif juga terbangun saat Ummah melontarkan pertanyaan reflektif mengenai arti sosok ayah dan ibu. Para santri menyambutnya dengan antusias melalui beragam jawaban menyentuh, mulai dari mendefinisikan orang tua sebagai “pahlawan”, “cahaya hidup”, hingga “pekerja keras yang tanpa lelah”.
Penguasaan Bahasa Asing hingga Literasi
Tidak hanya fokus pada pendidikan agama, program Holiday Pesantren ini juga membekali santri dengan kemampuan linguistik dan literasi. Pada sesi berikutnya, para santri diajak memperdalam kemampuan berbahasa Inggris dasar bersama Ustadz Adib Dzulfahmi.
Memasuki sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan kepenulisan yang dipandu langsung oleh pakar literasi sekaligus akademisi, Dr. KH. Halimy Zuhdy, M.Pd, M.A. Dalam sesi tersebut, beliau membagikan teknik dan formula menulis yang santai, edukatif, namun tetap asyik untuk dinikmati pembaca. Usai sesi literasi ini, para santri diberikan waktu istirahat untuk membersihkan diri dan makan malam.
Pengenalan Kitab Kuning dan Target Kemandirian
Memasuki agenda malam, kegiatan ditutup dengan sesi pengenalan Kitab Kuning yang diampu oleh Ustadz Ilman Mahbubillah, S.Pd. Sesi ini bertujuan untuk mengenalkan khazanah keilmuan Islam klasik kepada para santri sejak dini.

Secara keseluruhan, program Holiday Pesantren ini tidak hanya menargetkan pemahaman kognitif keagamaan. Pihak pengasuh menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini esensinya adalah untuk membentuk jiwa yang mandiri.
Melalui pembiasaan langsung selama di pondok—seperti mencuci piring sendiri, disiplin saat makan, dan menjaga kebersihan kamar secara gotong royong—diharapkan para santri dapat pulang dengan membawa karakter islami yang kuat serta kemandirian yang tertanam dalam kehidupan sehari-hari.






