MALANG – Rangkaian program “Holiday Pesantren” yang digagas oleh Pondok Pesantren (Ponpes) Darun Nun Malang memasuki hari ketiga pada Rabu (24/6). Berbeda dari hari-hari sebelumnya yang didominasi aktivitas di dalam lingkungan pesantren, agenda kali ini mengajak para santri mengeksplorasi alam terbuka melalui kegiatan outbound dan eksperimen sains yang edukatif.

Menyusuri Empat Pos Edukasi di Bumi Perkemahan Bedengan
Destinasi outbound kali ini bertempat di Bumi Perkemahan Bedengan, Selorejo, Kabupaten Malang. Rombongan santri bertolak dari pondok pada pukul 07.00 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 07.40 WIB. Sebelum memulai petualangan, para peserta terlebih dahulu mengikuti sesi senam ceria yang dipandu oleh panitia sebagai bentuk pemanasan guna menghindari risiko cedera fisik.
Petualangan outbound dirancang secara tematik melalui empat pos utama yang wajib dilewati oleh setiap kelompok santri:
Pos 1 (Wawasan Keislaman): Menguji pemahaman para santri melalui sesi tanya jawab seputar dasar-dasar ilmu agama Islam.
Pos 2 (Sensorik Rempah Nusantara): Melatih kepekaan indra penciuman santri dengan menebak berbagai jenis rempah tradisional, seperti jahe, laos (lengkuas), dan komoditas herbal lainnya.
Pos 3 (Literasi Bahasa Asing): Mengasah kemampuan linguistik lewat permainan Scramble dwibahasa (Arab dan Inggris). Setiap kelompok harus memilih amplop berisi potongan puzzle kata, mengurutkannya dengan benar, lalu menempelkannya pada kertas buffalo.
Pos 4 (Ketangkasan dan Kerja Sama): Menguji fokus dan kerja tim melalui permainan mengalirkan bola pingpong di atas kertas manila dengan teknik kemiringan yang presisi.
Rangkaian kegiatan luar ruangan ini kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara santri cilik dan seluruh jajaran panitia berlatar pemandangan alam Bedengan.
Eksperimen Sains Populer dan Persiapan Panggung Farewell
Sore harinya, setelah kembali ke area pesantren, antusiasme para santri tidak meredup. Mereka diajak langsung untuk melakukan dua eksperimen sains sederhana namun memukau, yakni uji coba “Telur Mengambang” (menggunakan hukum massa jenis air garam) dan visualisasi “Kembang Api Bawah Air”. Eksperimen interaktif ini sukses memantik rasa ingin tahu dan pemahaman sains para santri hingga sesi berakhir pada pukul 17.00 WIB.
“Melalui eksperimen sains sederhana ini, kami ingin menunjukkan kepada santri bahwa belajar sains itu bisa sangat menyenangkan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ungkap salah satu panitia pelaksana.
Memasuki agenda malam, suasana pesantren berubah menjadi ruang kreatif. Para santri berkumpul dalam kelompok masing-masing untuk melakukan latihan intensif. Langkah ini dipersiapkan matang-matang guna menampilkan pertunjukan terbaik mereka dalam ajang puncak bertajuk Kid Show: Farewell Party yang dijadwalkan berlangsung keesokan harinya.






