Survei Lapangan Jadi Langkah Awal Perancangan Pondok Wisata Al-Qur’an Darun Nun di Kota Batu
Kota Batu — Yayasan Darun Nun memulai tahapan awal perancangan Pondok Wisata Al-Qur’an Darun Nun melalui kegiatan survei lapangan yang dilaksanakan di kawasan Oro-Oro Ombo, Kota Batu, Kamis (16/7). Kegiatan ini menjadi fondasi penting dalam penyusunan masterplan kawasan pendidikan berbasis alam yang mengintegrasikan pembelajaran Al-Qur’an, wisata edukasi, dan pelestarian lingkungan.
Survei lapangan dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan pengukuran langsung di lokasi, dokumentasi udara menggunakan drone, serta pemetaan berbasis citra satelit. Seluruh data tersebut akan menjadi dasar penyusunan *measured drawing* tapak melalui proses triangulasi antara hasil pengukuran lapangan, dokumentasi drone, dan Google Earth maupun Google Maps. Tahapan ini bertujuan menghasilkan geometri tapak yang akurat, ukuran yang presisi, serta informasi mengenai kontur dan kemiringan lahan sebagai dasar perencanaan kawasan.

Kegiatan survei dihadiri oleh tim arsitek yang terdiri atas Dr. Yulia Eka Putrie, M.T., Sukmayati Rahmah, M.T.,, Am. R. Irsyad Afif, IAI., didampingi Ibu Nyai Sayyidahtul Khofsoh, Muhammad Rusydi, S.Hum. serta beberapa mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Program Studi Arsitektur yang turut berpartisipasi dalam proses pengukuran dan dokumentasi lapangan.
Ketua Yayasan Darun Nun, KH. Halimi Zuhdy, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tim yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan keahliannya dalam mendukung proses perencanaan kawasan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim arsitek, para akademisi, mahasiswa, dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam survei lapangan ini. Semoga ikhtiar bersama ini menjadi langkah awal yang baik untuk menghadirkan Pondok Wisata Al-Qur’an Darun Nun sebagai pusat pendidikan Al-Qur’an berbasis alam yang memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujar KH. Halimi Zuhdy.
Menurutnya, pembangunan Pondok Wisata Al-Qur’an Darun Nun tidak sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga membangun ruang belajar yang menyatu dengan alam. Kawasan tersebut dirancang menjadi tempat tumbuhnya karakter, spiritualitas, kepedulian lingkungan, serta kreativitas melalui berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif.
Tahap pertama pengembangan akan difokuskan pada kawasan outbound Islami, ruang belajar terbuka, pendopo, paviliun pembelajaran Al-Qur’an, area refleksi, jalur eksplorasi alam, hingga kebun edukasi yang tetap mempertahankan vegetasi eksisting sebagai bagian dari konsep eco-pesantren.
Dengan dimulainya survei lapangan ini, Yayasan Darun Nun berharap proses penyusunan masterplan dapat berjalan secara bertahap dan matang, sehingga pada akhirnya mampu mewujudkan kawasan Pondok Wisata Al-Qur’an Darun Nun sebagai destinasi pendidikan, wisata, dan pembelajaran Al-Qur’an berbasis alam yang menjadi kebanggaan Kota Batu dan Indonesia.







