
Oleh Muh. Sabilar Rusydi
Di bawah cakrawala yang tak kunjung menyala
Kopi ini menyeduh rindu dalam hangatnya
Menyeruput duri-duri dingin yang menusuk pori
Teraduk dalam diksi yang menjaga kehangatan rasa
Uap kopi tersusun dalam telapak tangan yang berembun
Merakit kenangan yang melintasi sunyi lautan
Mengitari tiap baris samudra menggilas jarak kerinduan
Menghantarkan secangkir kopi ini berlabuh pada senyum bibir matamu






