My Opini gue #1

My Opini gue #1

Oleh: Nafisah

Halow everyone, welcome to my sesi bercerita tentang sudut pandang pribadi aku (penulis) tentang cara memandang dunia yang ga 100% benar, jadi ayo kita bertukar pikiran! hm, sesi pertama ini enaknya kita ngomongin tentang apa yah?

Oke, aku mau ngajak kalian cerita dan ngebahas yang lagi rame di sosmed, yaitu nikah muda. Salah ga sih nikah muda tuh? Menurut ku sih enggak ya selama tidak ada paksaan dari kedua belah pihak sih sangat oke, terus bakal jadi salah kalo gimana min? Kalo ketidak terpaksaan itu ternyata lahir dari pemikiran yang gak pernah terbimbing, kayak anak di bawah umur yang dari kecil dia dibesarkan dengan opini dan pendapat dia sendiri tanpa ada sosok dewasa yang menjadi pengecualian dan pencerahan dia terhadap cara pandang dunia yang isinya bukan cuma tentang cinta ini, dan generasi ini itu plotwist nya adalah sosok yang lahir dari kegagalan pernikahan di generasi sebelumnya yang memaksa generasi baru yang haus akan pengetahuan hidup ini jadi kurang terpelajar. Dari sini kita bisa kembali belajar betapa pentingnya paham diri sendiri dan tujuan hidup kita sebelum memulai kehidupan dengan orang yang baru untuk waktu yang gak akan pernah selesai.

Nah, menikah dalam keadaan kurang itu adalah PILIHAN, tapi punya anak dalam keadaan kurang itu adalah PENYIKSAAN. Apakah para pemirsa setuju dengan quotes ini? Mimin sih 100% setuju yak, karena sebuah kehidupan baru itu datang bukan atas keinginan mereka sendiri, mereka tidak pernah diberi pilihan untuk sekedar memilih dari rahim siapa atau dari tanggung jawab siapa mereka di lahirkan. Karena itu, kita yang punya otak sehat, akal pikiran dan tanggung jawab harus beneran bisa menimbang dan berani mengakui apakah kita sudah cukup mampu untuk membesarkan sebuah jiwa yang bakal menjadi penerus bangsa dan agama?

Ini bukan suatu hal sepele yang bisa kita selesaikan lewat kalimat “jalani dulu aja” atau melihat dari pengalaman orang lain sebagai gambaran hidup kita, jangan berlindung dari kalimat “aku gak tau kalau akhirnya bakal begini”. Ini tentang sebuah masa depan, dan ini tentang sebuah takdir yang gak bakal bisa kamu ulang dari belakang.

Tapi, apakah kegagalan dari sebuah pernikahan pasti terjadi karena nikah muda? Tidak, tapi bukankah lebih masuk akal kalau kita memulai sesuatu yang baru setelah kita selesai dengan diri kita terlebih dahulu? Dan kalau menyiapkan finansial ternyata bukan hal yang otomatis bisa ngejar kamu setelah kamu menikah, setidaknya kita sudah siap secara mental.

Karena, gak jarang sebuah pernikahan pada akhirnya merusak mental seseorang yang memang belum siap dari awal. Ini bukan cuma tentang romansa halal atau indahnya hubungan yang dah lama kita impi-impikan, tapi ini tentang 2 kehidupan, 2 perbedaan, 2 pendapat, 2 keluarga dan 2 jiwa yang gak selalu sejalan.

Selamatkan generasi anak kita dari fenomena sandwich generation yang ternyata banyak menelan korban ketidak bahagiaan yang memuakkan, karena seorang anak sejatinya adalah titipan tuhan dan jalan keberkahan, bukan investasi masa depan dari orang tua yang belum selesai dengan kehidupan mereka.

#1 end.

Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook
Twitter
WhatsApp

Berita & Karya Terbaru