Biarlah
Oleh Rizkha Nafanda Wulandari
Candikala perlahan meluruh,
Kelam pun merengkuh.
Menyapa penat yang lelah berjalan,
Menyulut riuh yang enggan dipadamkan.
Dibalik selubung pekat aku membenamkan diri.
Bak bilik sunyi tempat bersembunyi,
Kuredam bising yang tak henti menari
Sembari merapalkan harap tuk tenang menghampiri.
Biarlah suara diluar sana menderu
Biarlah waktu berputar tanpa menungguku
Di bawah pekat ini, aku menyelam,
Menyusuri riuh yang bersemayam.
Satu per satu tanya ku lepas perlahan,
tak semua harus menemukan jawaban.
Hingga diujung lelah yang paling pasrah
Ikhlas datang, melipat gundah.
Sebab damai tak pernah meminta sunyi dunia,
Ia cukup lahir dari kepala yang rela.







