
Oleh: Chusbi Aura
Kue engkak Lampung merupakan salah satu kekayaan kuliner tradisional Indonesia, khususnya dari Provinsi Lampung, termasuk di Kabupaten Way Kanan. Kue ini tidak hanya dikenal karena cita rasanya yang unik dan lezat, tetapi juga karena makna budaya yang terkandung di dalamnya. Kue engkak memiliki sejarah panjang yang terkait erat dengan budaya masyarakat Lampung. Kue ini sering disajikan pada acara-acara penting seperti pernikahan, syukuran, dan upacara adat.
Di balik rasa manis dan lezatnya, kue engkak juga mengandung filosofi yang mendalam. Biasanya, kue ini dianggap sebagai simbol keberuntungan dan harapan baik dalam kehidupan. Oleh karena itu, engkak sering dijadikan sajian utama dalam upacara adat, sebagai bentuk syukur atas berkat yang diterima serta doa agar kehidupan yang akan datang lebih baik. Seiring berjalannya waktu, kue engkak Lampung semakin dikenal oleh masyarakat luas, bahkan tidak hanya di Lampung, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia. Meskipun ada banyak variasi rasa dan bahan yang dapat digunakan, kue ini tetap mempertahankan esensi dan cita rasa aslinya yang kaya akan budaya.
Kue tradisional engkak Lampung bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga merupakan simbol budaya yang kaya akan makna. Dengan rasa manis dan tekstur yang khas, kue ini melambangkan rasa syukur dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Keberadaan engkak Lampung memperkaya kuliner Indonesia, menjadikannya salah satu identitas khas daerah yang patut dilestarikan.
Bahan-bahan
- 500 gram tepung ketan.
- 1 kg gula pasir.
- 8 hinga 10 butir telur ayam.
- 1 liter santan cair.
- Kurang lebih 200 gram mentega.
- Vanili secukupnya.
- Bubuk coklat (jika Anda ingin membuat engkak dengan 2 warna).
- Daun pandan.
Alat yang dibutuhkan
- Siapkan wadah besar yang digunakan utuk mencampur semua adonan.
- mixer untuk mencampur adonan agar lebih mudah.
- oven untuk memanggang kue engkak ketannya.
- Loyang persegi berukuran 20 x 20 cm
Cara Membuat
- rebus santan hingga mendidih. Usahakan bahwa larutan santannya tidak sampai pecah. Anda bisa menambahkan daun pandan untuk menambah aroma lezat pada saat proses perebusan santannya.
- Siapkan wadah besar, kemudian masukkan telur dan gula.
- Campur hingga kedua bahan tersebut tercampur dengan sempurna.
- Kemudian tambakan santan yang sudah dimasak, tepung ketan, mentega, dan vanili secukupnya. Aduk dengan menggunakan mixer hingga adonan halus.
- Jika Anda ingin membuat kue engkak ketan Lampung ini dengan 2 warna, maka Anda bisa memisahkan adonan yang sudah halus ke dalam dua wadah yang berbeda. Kemudian, tambahkan bubuk coklat ke dalam salah satu wadah, aduk hingga adonan tercampur merata.
- Sediakan loyang yang sebelumnya sudah dilapisi dnegan mentega dan tepung. Tujuannya adalah agar kue engkak ini tidak lengket pada saat dimasak nanti.
- Tuang adonan ke dalam loyang dengan jumlah yang sedikit hinga merata dan membentuk satu lapisan.
- Jika sudah, masukkan loyang ke dalam oven yang sebelumnya sudah dipanaskan terlebih dahulu.
- Oven selama kurang lebih 10 hingga 15 menit hingga adonan terlihat meletup. Keluarkan loyang dari dalam oven, dan tuang lapisan berikutnya. Lapisan ini bisa Anda seling sesuai dengan keinginan, ya!
- Masukkan kembali loyang ke dalam oven dengan durasi yang sama. Ulangi langkah ini hingga semua adonan matang dengan sempurna.
- Terakhir, jika loyang sudah penuh panggang lagi menggunakan oven selam kurang lebih 10 menit.
Pondok Pesantren Darun Nun







